Gandeng Komunitas Sungai, Program Gemari Cukup Berhasil di Jogoiten

Slamet pemuda 35 tahun sebagai penggiat sekaligus bendahara KPS Jogoiten. (Foto: Pemkab Klaten)

Jogoiten-Program Gerakan Makan Ikan atau Gemari bagi warga Jogoiten, Kalikebo, Klaten bukan lagi slogan. Tapi berkat budidaya kolam kali yang digalakkan Komunitas Pecinta Sungai atau KPS Jogoiten, kini anak- anak yang tinggal di sepanjang anak Sungai Kuning ini sudah biasa makan ikan untuk menambah gizi keluarga.

Pengakuan itu diungkapkan Slamet pemuda 35 tahun yang dipercaya sebagai penggiat sekaligus bendahara KPS Jogoiten. Bekerjasama sama dengan BPBD dan Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan, Perikanan dan relawan Klaten,kolam kali yang dirintis 5 tahun lalu itu kini banyak menjadi percontohan warga sekitar.

“Sejak dibuatkan kolam kali, anak – anak sudah biasa makan ikan. Dulu untuk bisa makan ikan, kami harus beli ke pasar. Sekarang tidak. Untuk bisa makan ikan kami cukup mengambil di kolam kali dekat rumah” ungkap Slamet seperti yang di release Pemkab Klaten.

Awalnya Sungai Keruh

Slamet bercerita bahwa awalnya sungai di kampungnya itu kotor lalu dikeruk. Setelah dapat restu dari BPBD Klaten, lalu oleh KPS Jogoiten sebagai penggiat sungai memutuskan membuat kolam kali. Untungnya air sungai di sini mengalir sepanjang musim. Bahkan karena dipandang perkembangan nya bagus, tahun 2018 Pak Ganjar pernah berkunjung ke Jogoiten.

”KPS Jogoiten sendiri sudah ada 40 keramba dengan 20 anggota aktif. Sayangnya masih saja ada orang membuang sampah ke sungai. Disayangkan masih banyak sampah pampers kiriman dari hulu sungai. Sehari saja ada satu karung sampah harus diangkat dari sungai” ungkap Slamet.

Yang penting ungkap bapak dua anak ini, saat ini tidak ada lagi warga yang main setrum ikan atau meracun sungai.

Dia mengaku banyak dibantu Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Klaten. Misalnya ada bantuan 15 ribu bibit ikan dan 3 ton pakan sudah sangat membantu masyarakat komunitas Jogoiten.

“Di sini dibudidayakan ikan gurame, nila dan lele. Gurame dan nila bisa dipanen setelah 6 bulan. Kalau lele panen setelah 3 bulan. Selain untuk tambahan pendapatan, juga untuk gizi keluarga dengan program gemari” ungkap Slamet.