Doni Monardo Ingatkan Protokol Kesehatan di Pengungsian Klaten

Pemerintah Kabupaten Klaten menerima bantuan senilai satu miliar rupiah dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) (Foto: Pemkab Klaten)

Kemalang-Pemerintah Kabupaten Klaten menerima bantuan senilai satu miliar rupiah dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk memenuhi kebutuhan dan kesehatan para pengungsi dari daerah prakiraan bahaya Gunung Merapi yang kini berstatus siaga.

Penyerahan bantuan tersebut secara simbolis dilakukan oleh Kepala BNPB Doni Monardo kepada Penjabat Sementara (Pjs) Bupati Klaten Sujarwanto Dwiatmoko pada Kamis siang (19/11) bertempat di Tempat Evakuasi Sementara (TES) Desa Balerante, Kecamatan Kemalang, Klaten.

“Kami memberikan bantuan senilai satu miliar rupiah kepada Klaten dan juga nanti kepada seluruh kabupaten yang terdampak, kiranya dana ini bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan masyarakat di pengungsian termasuk juga dukungan untuk masker, hand sanitizer dan alat rapid test, swab antigen yang bisa mendeteksi seseorang terpapar Covid-19 hanya dalam waktu hitungan menit” kata Kepala BNPB seperti yang di release Pemkan Klaten.

Dengan status Merapi yang kini siaga, Doni Monardo, meminta agar mereka yang secara fisik dan secara kemampuan relatif rentan harus mendapatkan prioritas utuk berada di pengungsian. Termasuk balita, lansia, kemudian penderita comorbid, ibu hamil dan ibu menyusui.

Imbuhnya, pada situasi pandemi ini diperlukan Standar Operasional Prosedur (SOP) khusus agar tidak terjadi penularan Covid-19 di pengungsian.

“Manajemen atau pengelolaan sop dalam tempat pengungsian ini harus dipastikan bisa membuat sistem keamanan, untuk menghadapi Covid-19. Kita tidak ingin kondisi di pengungsian ada satu dua orang yang terpapar Covid-19 akhirnya dapat menulari yang lainnya” jelasnya.

Operasional Penanganan

Sementara itu Penjabat Sementara (Pjs) Bupati Klaten Sujarwanto Dwiatmoko mengungkapkan bahwa bantuan yang diterima tersebut akan digunakan untuk operasional penanganan pengungsian di masa darurat ini.

Dikatakannya, secara total terdapat 1026 masyarakat yang ada pada 10 dusun di tiga desa yakni Desa Tegalmulyo, Desa Sidorejo, dan Desa Balerante. Saat ini tercatat sudah ada sekitar 360 masyarakat yang sudah melakukan pengungsian.

Untuk mencegah penularan Covid-19, Pemkab Klaten pun telah melakukan swab pada para pengungsi. Kemudian dengan adanya bantuan dari BNPB tersebut swab kepada pengungsi dapat dilakukan lebih banyak.

“Swab pengungsi sudah berlangsung di sini (Desa Balerante) dan di Desa Tegalmulyo dan ini kami tadi dibantu untuk antigen, lebih banyak lagi kita swab” pungkasnya.

Sebagai informasi, pada TES Balerante, sarana penunjang protokol kesehatan seperti pemberian sekat di tempat pengungsian, sarana cuci tangan pakai sabun, masker dan sebagainya sudah diterapkan. Penyemprotan desinfektan pun secara rutin dilakukan.

Pemkab Klaten menaruh perhatian khusus terhadap kondisi kesehatan para pengungsi yang ada. Terlebih banyak diantaranya merupakan kelompok rentan. Sehingga upaya pencegahan penularan Covid-19, termasuk dengan melakukan swab tes semakin giat dilakukan.