Program KB untuk Kesejahteraan

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Boyolali, Masruri saat berada di Desa Brajan, Kecamatan Mojosongo. (Foto: Pemkab Boyolali)

Mojosongo-Keluarga Berencana (KB) sebagai program membentuk keluarga yang sehat dan sejahtera dengan cara membatasi jumlah kelahiran masih menemui permasalahan. Salah satunya semakin melemahnya implementasi masyarakat di lini lapangan. Sesuai arahan dari Presiden RI Joko Widodo dilakukan Pencanangan Kampung KB sejak awal tahun lalu. Program tersebut diarahkan untuk dicanangkan di setiap Kabupaten/Kota di Indonesia.

Sementara program KB di Kabupaten Boyolali, program ini dikelola Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kabupaten Boyolali yang sudah dimulai sejak tahun 2016. Program tersebut dimakudkan agar masyarakat lebih memahami KB sehingga mendukung program pemerintah tersebut.
“Masyarakat sudah berbudaya ber-KB demi kesejahteraan keluarga. Bisa lebih maju, lebih sejahtera, anak anak memiliki masa depan yang bagus,” ujar Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Boyolali, Masruri seperti yang di release Pemkab Boyolali.
Lebih Dari Target
Sementara Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Hasto Wardoyo mengapresiasi langkah Pemkab Boyolali dalam kegiatan pelayanan KB sejuta akseptor Kabupaten Boyolali mencapai target lebih dari yang ditetapkan.
“Boyolali 106 persen melebihi target,” ujarnya singkat.