Baznas Jateng Latih 110 UMKM Klaten

Baznas Provinsi Jawa Tengah saat melakukan pelatihan UMKM kepada para 110 mustahik produktif-kub binaan Baznas. (Foto: Pemkab Klaten)

Polanharjo-Selama masa pandemi Covid-19 Baznas Provinsi Jawa Tengah mengadakan pelatihan UMKM kepada para 110 mustahik produktif-kub binaan Baznas. Bidang Usaha yang diajarkan adalah Budidaya Lele Sistem Bioflok, jangkrik, cacing sutra, dan smart farming di Gedung Banyu Panguripan, Ponggok, Polanharjo Klaten.

Acara ini diikuti sejumlah 110 peserta yang dibagi menjadi dua kelas yaitu kelas A dan B. Mengingat masa pandemi dan agar tidak terjadi kerumunan, maka setiap kelasnya di bagi menjadi empat kelompok, dan seluruh kegiatan atau rangkaian pelatihan dibiayai oleh Baznas.

“Alhamdulillah pelatihan ini termasuk pelatihan terbaik yang diadakan oleh Baznas Provinsi Jawa Tengah dan Tempatnya di Kabupaten Klaten. Terlebih dimasa pandemi Covid-19, pelatihan dari uang zakat ini bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya” ungkap Ahmad Darodji Ketua Baznas Provinsi Jawa Tengah seperti yang di release Pemkab Klaten.

Dimanfaatkan dengan Baik

Sujarwanto Dwiatmoko, Pjs Bupati Klaten usai membuka acara pelatihan memberikan pesan kepada seluruh peserta agar anggaran dari Baznas Provinsi dan Kabupaten bias dimanfaatkan sebaik-baiknya.

Setelah sekarang menjadi Mustahik kedepan harus berperinsip jadi Muzaki dan ilmu yang didapatkan selama pelatihan harus benar-benar dipahami.

“Coba dipahami cara budidaya Lele Sistem Bioflok, jangkrik, cacing sutra, dan smart farming mulai dari input, proses sampai output .Perhatikan sarana produksinya, Tolong pahami alur kewirausahaannya sampai pemasarannya. Semisal gagal biasa, tetapi harus coba lagi” jelas Surjarwanto

Ketua Baznas Klaten, Wibowo Muktiharjo berharap semoga tidak menimbulkan klaster baru Covid-19 dan bisa menghasilkan sesuatu yang bermanfaat dan berguna dari pelatihan yang diberikan oleh Baznas.

Perwakilan perserta pelatihan disematkan tanda peserta oleh Baznas Provinsi Jawa Tengah, Pjs Bupati Klaten, dan Baznas Klaten. Merek diantaranya adalah Wihardi, Sri Wahyuni dan Purwanti.

Usai disematkan, peserta langsung mendapatkan arahan dari narasumber dan langsung memulai pelatihan di hari pertama.