Kuota Pupuk Subsidi Petani Klaten Butuh Ditambah

Seorang petani sedang mengerjakan sawahnya. (Foto: Pemkab Klaten)

Trucuk-Kuota pupuk subsidi bagi petani Klaten masih perlu ditambah. Hal ini didasarkan kondisi di lapangan bahwa ada ketidak-sesuaian antara tingkat kebutuhan pupuk subsidi bagi petani dengan jatah dari Kementerian Pertanian. Kalau tidak segera dipenuhi maka dikuatirkan bakal menimbulkan kelangkaan pupuk subsidi seperti dikeluhkan petani Wedi, Trucuk dan Juwiring beberapa waktu lalu.

Kepala Seksi Sarana dan Prasarana Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan Klaten Wahyu Wardana menjelaskan pupuk subsidi jenis urea dan ZA sempat menipis di pasaran karena kuota sudah hampir habis di akhir Agustus 2020.

“Kuota pupuk subsidi jenis ZA bagi petani Klaten saat ini adalah 22 ribu ton. Sedangkan tingkat kebutuhan petani sesungguhnya adalah 28 ribu ton untuk mencukupi 79 ribu petani Klaten. Jumlah itu sudah didasarkan Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK)” kata Wahyu seperti yang di release Pemkab Klaten.

13 Tahap

Menurutnya penyaluran pupuk bersubsidi sudah dilakukan 13 tahap melalui program kartu tani. Pemerintah hanya melayani distribusi pupuk subsidi kepada petani melalui kartu tani yang sudah bekerjasama dengan BRI sebagai mitra. Kata Wahyu, BRI tidak memungut biaya terkait pengadaan kartu tani, namun diharapkan petani membuka rekening di bank dimaksud.

Terkait mekanisme mendapatkan kartu tani, Wahyu menjelaskan bahwa para petani cukup membawa bukti pelunasan pajak bumi dan bangunan dan fotokopi KTP. Selanjutnya data ini disampaikan kepada penyuluh kecamatan atau BRI unit terdekat untuk diproses.

“Program kartu tani ini bisa untuk menghindari kebocoran pupuk subsidi sesuai rekomendasi KPK. Selain itu kepemilikan kartu tani bisa menjadi sumber data pertanian yang akurat baik untuk distribusi pupuk maupun sumber informasi pemasaaran” imbuhnya.

Ditambahkan Wahyu bahwa di Klaten sendiri sudah terbentuk Komisi Pengawasan Pupuk dan Pestisida atau disingkat KP3. Komisi ini bertugas untuk monitoring distribusi pupuk bersubsidi agar tepat sasaran dan menghindari kebocoran.