Jalur Pendakian ke Puncak Merapi Hingga Saat Ini Masih Ditutup

Jalur pendakin menuju ke puncak Merapi melalui Plalangan Desa Lencoh kecamatan Selo Boyolali, hingga saat ini masih di tutup. (Foto: Pemkab Boyolali)

Selo-Jalur pendakin menuju ke puncak Merapi melalui Plalangan Desa Lencoh kecamatan Selo Boyolali, hingga saat ini masih di tutup .Hal ini terkait aktifitas Merapi yang saat ini berada di level2 atau waspada.

Sejak terjadi penyebaran Covid-19, jalur tersebut di jaga ketat oleh warga selama 24 jam nonstop, secara bergantian .Masing masing kelompok jaga berjumlah sekitar5 orang.

Ketua regu jaga yang juga anggota karang taruna Desa Lencoh kecamatan Selo, Andi mengatakan penjagaan di lakukan dan di perketat, agar pintu masuk menuju puncak Merapi di New Selo tidak di kunjungi warga untuk tujuan berlibur akir pekan.

“Karena situasi pandemi covid 19 hingga saat ini belum usai langkah warga melakukan penjagaan tersebut juga sebagai upaya membantu pemerintah mempercepat penanganan Covid-19,” jelasnya seperti yang di release Pemkab Boyolali.

Andi mengatakan selama masa Covid-19, hampir tiap hari warga yang menjaga pintu masuk jalur pendakian tersebut memutar balikkan puluhan kendaraan warga yang hendak menuju berlibur ke new selo.

“Memang sebelum covid-19 menyebar, new selo gerbang utama menuju puncak Merapi, Selalu Ramai di kunjungi warga .Meski bukan tempat Obyek wisata, namun karena pemandangan alamnya yang menarik,” katanya.

Andi juga mengatakan warga tak segan memberikan sangsi jika di ketahui ada warga yang melanggar nekad berkunjung ke New Selo. “Yakni sangsi agar menghapus foto foto yang di ambil dari lokasi,”katanya.

Dari pantauan di lokasi, hampir tiap menit warga penjaga pintu masuk tersebut memutar balikkan kendaraan pengunjung. Sementara penjagaan tetap di optalkan, hingga jalur pendakian secara resmi di buka kembali oleh BPPTKG Jogjakarta