Pandemi dan Kursi Goyang

Ilustrasi kursi goyang. FINE ART AMERICA

Bencana pandemi Covid-19 yang sudah hampir 5 bulan ini telah banyak membuat perubahan kehidupan sosial, bisnis, dan pekerjaan yang luar biasa. Tidak bisa dipungkiri, Covid-19 membuat efek psikologis ‘kekhawatiran’ bagi setiap orang. Dan tentunya, setiap orang mempunyai respons (kekhawatiran) yang berbeda-beda terhadap bencana ini.

Yang ingin saya sampaikan adalah bagaimana kita harus menciptakan respons positif terhadap setiap musibah maupun persoalan yang kita hadapi dan tidak berlarut-larut dalam kekhawatiran.

Karena, ‘kekhawatiran’ seperti kita duduk di kursi goyang. Kita akan bergoyang-goyang sambil melakukan sesuatu, tetapi sebenarnya kita tidak akan pernah ke mana-mana. Artinya, kita tidak menghasilkan apa-apa. Kekawatiran selalu menjadi hal yang paling umum dan paling mendasar dimiliki oleh semua manusia.

Kita selalu terpacu pada kekawatiran hari esok. Bagaimana kalau usaha kita tidak berjalan? Bagaimana kalau kita tidak bisa makan? Bagaimana kalau kita sakit? Dan berbagai kekhawatiran lainnya. Tapi yang paling penting sebenarnya adalah kita bisa menyadari bahwa kekhawatiran itu tidak akan membawa hasil apa-apa.

Bila pun Anda khawatir selama berbulan-bulan, tidak akan ada hasil sama sekali. Kekhawatiran dapat membuat kita menjadi lemah, tak produktif, bingung, dan tidak bisa melakukan tindakan apa pun.

Kekhawatiran adalah musuh utama dalam melakukan tindakan. Kalau kita bisa memberhentikan kekhawatiran, atau bahkan melupakan kekhawatiran, di dalam perasaan dan pikiran maka kita akan jauh lebih baik. Jauh lebih mampu menghasilkan sesuatu yang lebih berguna.

Kita tidak bisa sekadar khawatir tanpa melakukan apa-apa. Karena, hal itu akan berbahaya pada aktivitas kita. Bahkan kalau punya usaha, akan membahayakan usaha kita.

Kita harus realistis menyadari risiko setiap tindakan. Tetapi yang paling penting adalah kita berhenti untuk khawatir, atau mengurangi kekhawatiran, lalu kita dapat melakukan tindakan-tindakan positif. Kalau tidak melakukan tindakan positif, kita tidak akan menghasilkan apa-apa.

Kalau melakukan tindakan positif, mungkin saja kekhawatiran kita akan hilang. Tetapi setidak-tidaknya kesempatan (chance) untuk Anda sukses jauh lebih besar bila dibandingkan hanya khawatir dan tidak melakukan tindakan apa pun.

Kekhawatiran sering membunuh kita, kreativitas kita, tindakan-tindakan kita, juga membuat kita menjadi seorang yang apatis. Prinsipnya, kita harus mempunyai respons positif dalam setiap permasalahan.

Kalau kita bisa mengurangi kekhawatiran dan mencoba untuk melakukan hal yang positif maka setiap hari, setiap saat, setiap tindakan kita akan lebih tenang. Satu hal yang penting adalah mencoba berpikir, apa sih hal terbaik yang bisa dilakukan saat ini?

Dari pada Anda khawatir seperti duduk di kursi goyang dan terus menggoyang-goyangkan kursi tanpa tahu tujuannya mau ke mana, alangkah baiknya bila disalurkan kemampuan dan tindakan kita pada hal-hal yang jauh lebih positif.

Semua musibah Covid-19 seperti me-restart mental dan respons kita terhadap proses kehidupan untuk menjadi lebih baik dan lebih kuat.

Add Comment