Jika Sholat Kita Bagus

(Foto: Pinterest.com)

Isra’ Mi’raj terjadi saat Kanjeng Nabi Muhammad sedang diuji Allah. Beliau ditinggal oleh orang-orang yang selama ini membantu perjuangannya. Dalam membimbing umatnya. Yang saat itu pasti tidak mudah. Penuh dengan tantangan, rintangan dan cacian. Yang kesemuanya itu perlu dukungan. Sayyidah Khadijah adalah termasuk orang pertama yang mendukung Kanjeng Nabi. Dukungan dari seorang istri, selain moral, juga secara finansial. Beliau memang seorang saudagar kaya.

Beliau juga dibantu oleh pamannya yang punya pengaruh yaitu Abu Thalib. Pada tahun itu keduanya dipanggil Allah. Rasulullah dihibur Allah lewat peristiwa Isra’ Mi’raj. Bentuk hiburannya adalah dengan diperlihatkan ayat-ayat Allah. Jadi sebenarnya saat kita ngaji, mencari ilmu dan melihat apa saja ciptaan Allah sebenarnya itu bisa menjadi hiburan untuk hati kita. Jika bersedih tidak perlu banget-banget. Jangan sampai karena kesedihan itu seakan-akan kita tidak mendapatkan pertolongan dan rahmatnya Allah.

Akhirnya lewat Isra Mi’raj diperintah sholat 5 waktu. Sebagai hiburan Nabi dan umatnya. Karena sholat 5 waktu itu bisa membahagiakan. Bisa memuliakan orang yang melakukannya. Di dunia dan akhirat. Siapa saja yang sholatnya bagus, dunia akhiratnya akan bagus.

Diterangkan oleh Rasulullah, orang yang sholat akan diberi keberkahan rejekinya. Diberi sehat badannya. Terutama yang berkaitan dengan syaraf. Di akhir jaman ini ada penyakit yang namanya ‘sarno’, sarafe keno. Penyakit yang sulit obatnya dan tingkatannya bermacam. Apa saja ciri-ciri orang yang terkena panyaki sarno ini?

Orang tersebut tidak mau diatur Gusti Allah. Tidak mau diatur agama. Allah perintah ke timur, dia ke barat. Allah perintah ke selatan, dia malah ke utara. Itu tanda-tandanya. Ada yang tarafnya masih ringan. Ada yang sedang. Ada juga yang sudah tidak tertolong lagi.

Selanjutnya adalah orang yang tidak mau diatur oleh aturan negara. Orang yang tidak mau diatur dengan aturannya manusia. Dari sekian ciri ini, mana yang menjangkiti kita? Orang yang sudah tidak bisa diatur dengan aturan-aturan di atas, berarti sudah parah. Itu tanda-tanda saraf kita sudah kurang normal.

Jaman sekarang, hampir semua orang tidak bisa lepas dari HP. Sepanjang hari, bersama HP. Ini pengaruhnya besar. Bisa kecanduan. Sarafnya bisa terkena gangguan. Yang terkena narkoba dan suka menonton tayangan porno, juga termasuk sarafnya sudah terkena gangguan.

Termasuk orang yang ‘sarno’ adalah orang yang suka mengeluh. Di mana saja isinya mengeluh. Setiap saat ada saja yang dikeluhkan. Kalau bertemu dengan orang seperti ini, mending tidak perlu ditanggapi. Orang yang suka mengeluh termasuk tidak normal. Yang normal, mestinya bersyukur. Ada banyak sifat yang tidak baik yang menempel di diri orang yang suka mengeluh.

Orang yang mengerjakan sholat sehat badannya karena syarafnya dikendorkan. Seseorang sarafnya kendor jika bisa melepaskan diri dari urusan duniawi. Yang membuat tegang adalah terlalu mikir dan mengejar duniawi.

Bekerja bisa menjadikan saraf tegang. Maka bisa terkena stress. Tekanan hidup dan masalah bisa menjadikan saraf menegang. Maka kalau mau mengerjakan sholat hendaknya melepas semua urusan duniawi.

Dalam hukum fiqih, jika mengimami sholat Jum’at di tempat yang sibuk, tempat usaha, sholatnya terlalu lama, khutbahnya terlalu panjang, dia bisa masuk hukum haram. Pesan Kanjeng Nabi ke sahabat Muadz bin Jabbal, kalau jadi imam sholat jangan terlalu lama sholatnya. Saat itu banyak makmum yang protes. Kalau sampai makmum menggeruru, maka sholat sang imam bisa tidak sah.

Orang yang ahli sholat, tuma’ninah, tidak buru-buru dia akan diberi kesehatan, lahir batin. Untuk itu, perlu diusahakan ketika berangkat sholat ke masjid dengan hati gembira, saat sholat tenang. Pulangpun tetap tenang. Karena sholat pada dasarnya menenangkan tubuh, menenangkan fikiran. Agar fikiran tenang, jangan memikir urusan dunia saja. Tapi juga memikir ukhrawi.

Orang yang sholatnya bagus, ketika hendak meninggal dunia akan dimudahkan. Di dalam kuburnya diberi terang. Alam kubur adalah masa depan yang harus kita siapkan. Jika tidak disiapkan dari saat ini kelak pasti akan menyesal. Sholat yang bagus adalah bentuk persiapan sebelum kita beranjak ke alam kubur.

Kelak, sholat kita akan jadi alas tidur. Kalau sholat kita jaga, kuburan kita luas, terang, tempat istirahat sudah disiapkan. Sehingga merasa nyaman. Menunggu datangnya hari Kiamat terasa sebentar saja. Tapi jika di kubur sudah tidak nyaman, maka menunggu datangnya kiamat terasa sangat lama. Selalu minta ke Allah agar kiamat segera didatangkan.

Kalau sholat sudah kita jaga, maka Allah akan mengirim malaikat yang akan menjawab semua pertanyaan yang diajukan Munkar Nakir ke kita.

Di desa-desa masih terpelihara yang namanya talqin. Pak modin atau yang mewakili membaca, ” Wahai fulan bin fulan, kamu sudah pindah dari dunia ke alam kubur. Mati itu haq. Kiamat itu haq. Jangan takut jika nanti didatangi 2 malaikat. Keduanya adalah sama-sama makhluknya Allah. Bakal ditanyai, siapa tuhanmu, siapa nabinu, apa kitabmu, siapa bapakmu, siapa saudaramu dan lainnya”. Semua pertanyaan ini memakai bahasa Arab. Orang yang sholatnya bagus akan nyaman. Yang bertanya malaikat yang menjawab juga malaikat.

Dalam hidup ini kita perlu mencari kegiatan yang bisa menjadikan hidup kita jadi tenang. Sebaiknya memang perlu menenukan sesuatu yang bisa menjadikan hati ayem. Setiap orang punya cara sendiri. Ada yang menemukan lewat mancing ikan. Ada yang lewat sepedaan. Ada yang lewat nonton wayang kulit. Ketika sudah melakukan yang disenangi itu, guyonannya “lebih kusyu’ mancingnya dari pada sholatnya”.

Orang akan panjang umurnya jika melakukan sesuatu dengan senang hati. Nasihat Imam Ghazali, perlu diupayakan apapun yang ada nilai kesehatan dhahir dan batin. Jika di situ kita menenukan nyaman dan senang, bisa kita jalankan. Sudah pasti ini berlaku dalam hal baik.

Sayyidina Ali mendapatkan ketenangan hati ketika mengerjakan sholat. Bagaimana dengan kita? Kita usahakan punya kegiatan positif yang membuat hati senang. Misalnya kumpul-kumpul dengan teman lama. Orang yang biasa kumpul dengan teman dan saudaranya, sikap hidupnya akan berbeda jika dibanding dengan orang yang tidak pernah kumpul-kumpul. Secara kejiwaan juga berbeda. Ibarat gabah bisanya jadi beras karana bergesakan dengan temannya. Maka menjadi lebih bagus.

Besok di hari Kiamat akan ada tempat berteduh karena tidak ada tempat berteduh saat matahari direndahkan kecuali dari Allah. Kita perlu belajar tentang hari kiamat. Semua orang dalam kesusahan. Dengan sholat 5 waktu yang saat itu kita sudah tidak butuh dunia, sholat kita akan jadi peneduh kita.

Selain sholat, amalan lainnya yang mendapatkan balasan serupa adalah sedekah kita. Kalau kita terbiasa bersedekah, dia akan jadi peneduh kita di Hari Akhir kelak. Jika sedekahnya banyak, peneduh besar. Jika sedekahnya sedikit, peneduhnya juga kecil. Kelak kita tidak bisa protes ke malaikat. Kenapa peneduh kita hanya kecil. Semua sudah disesuaikan dengan amal yang kita tanam di dunia. Jika kita suka mengungkit-ungkit sedekah yang sudah kita keluarkan, maka kelak balasannya adalah kita akan mendapatkan payung yang tinggal gagangnya saja. Tidak ada peneduhnya.

Orang yang sholatnya bagus akan diberi cahaya oleh Allah. Sholat kita juga akan jadi tameng dari siksa api neraka. Selain sholat, tilawah al Qur’an kita juga akan menemani kita.

Masih banyak lagi lainnya. Jika sholat kita bagus, maka akan jadi harapan untuk bisa hidup lebih baik di alam kubur. Di akhirat juga lebih baik. Di kubur tidak perlu khawatir dan takut. Karena kita akan mengalami hidup yang jauh lebih nyaman dari pada di dunia ini.

Jika di dunia ini sholat kita bagus maka ketika di alam kubur semua akan diservis oleh Allah dengan baik, pakaian lebih baik, rumah lebih baik. Yang menemai juga para malaikat.

Pun demikian saat tiba penimbangan amal, timbangan amal baik kita menjadi lebih berat. Ketika menerima catatan amal bersinar. Baunya wangi, menerimanya dengan tangan kanan. Dengan wajah berseri- seri.

Jika sholat kita bagus, kita akan berhasil melintasi shiratal mustaqim. Siapa saja yang berhasil maka dia masuk surga. Yang gagal akan jatuh ke naraka. Kelak, yang jadi kendaraan kita adalah hewan yang dikurbankan di dunia ini. Tentang kurban ini, hukum fiqih membahasnya secara panjang lebar.

Yang terakhir, jika sholat kita bagus, dia akan jadi kunci untuk membuka pintu surga. Kunci gunanya hanya utnuk membuka saja. Jika sudah terbuka maka kunci tersebut sudah tidak ada gunanya. Namun demikian patut diingat juga, jika tidak punya kunci maka tidak bisa masuk. Kunci surga laa ilaa haillallaah. Maka dalam konsep syahadat, barang siapa yang membaca syahadat semua dosanya akan diampuni Allah.

Ternyata obat dari penyakit sarno adalah dzikrullah, banyak berdzikir kepada Allah. Dan sholat adalah salah satu sarana untuk mengingat Allah.