Bertambah Satu Kasus Positif Covid-19 Asal Klaten Selatan

Juru bicara gugus tugas PP covid-19 Klaten, Cahyono Widodo mengatakan adanya penambahan satu kasus positif covid-19 di Klaten. (Pemkab: Klaten)

Bayat-Penambahan kasus terkonfirmasi positif covid-19 masih terjadi di Kabupaten Klaten. Gugus tugas percepatan penanganan covid-19 Klaten menginformasikan adanya penambahan satu kasus positif. Selain itu, satu orang pasien covid-19 dinyatakan sembuh.

Dengan ini maka secara kumulatif, jumlah pasien terkonfirmasi positif covid-19 di Klaten sejumlah 47 orang. Dengan rincian 25 diantaranya sembuh, 21 orang masih dirawat dan 1 meninggal dunia.

“Saat ini ada satu pasien positif Covid-19 dinyatakan sembuh dan ada satu penambahan pasien positif Covid-19 di Kabupaten Klaten. Satu pasien sembuh berasal dari Kecamatan Bayat, sedangkan untuk penambahan satu pasien positif berasal dari Kecamatan Klaten Selatan” jelas juru bicara gugus tugas PP covid-19 Klaten, Cahyono Widodo dalam press release yang diberikan.

Dijelaskannya satu pasien yang terkonfirmasi positif kali ini merupakan seorang laki-laki berumur 41 tahun dan berinisial YB. Saat ini pasien tengah menjalani perawatan di Rumah Sakit Daerah Bagas Waras Klaten dengan kondisi baik. Sebelumnya, pasien tersebut menekuni profesi sebagai karyawan swasta dan dimungkinkan terpapar covid-19 saat menjalani aktivitas sehari-hari.

lakukan Rapid Test

Dengan adanya kasus ini, gugus tugas telah melakukan pelacakan kepada pihak yang melakukan kontak pada pasien tersebut dan akan segera dilakukan rapid test.

Sementara itu, pada hari ini terdapat satu pasien covid-19 yang secara resmi dinyatakan sembuh.

Pasien sembuh tersebut, papar Cahyono, sebelumnya telah menjalani perawatan di RSJD Soejarwadi Klaten usai dinyatakan positif covid-19 pada 19 Mei 2020 lalu. Kini pada Sabtu (20/6/2020) pasien laki-laki berumur 38 tahun dari Kecamatan Bayat tersebut dinyatakan sembuh usai dua pemeriksaan terakhirnya menunjukan negatif Covid-19.

Pasien sembuh berinisal S tersebut kini telah diperbolehkan pulang, namun harus melakukan isolasi mandiri 14 hari dan menerapkan protokol kesehatan.