Inti dari Surat Yasin

(Foto: Pintersest.com)

Inti surat Yasin, meliputi 3 hal utama. Pertama membahas keimanan terhadap Yaumul Akhir. Kelak setelah alam dunia ini berkahir, akan ada alam kubur, selajutnya alam bangkit. Kita akan dihidupkan lagi yang kedua untuk bertanggung jawab atas yang kita lakukan di dunia ini.

Hidup di dunia ini hanya sebentar, jika dibanding dengan alam kubur. Juga jika dibanding dengan Yaumul Akhirat. Di akhirat adalah keabadian. Kehidupan yang hakiki.

Dunia ini hanya persinggahan saja. Kita akan segera bergerak lagi. Kita tidak tahu seberapa lama kita singgah di dunia ini. Kesempatan hidup di dunia ini harus dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya untuk beramal soleh.

Seseorang jika diberi umur tapi tidak dipakai untuk beramal sholeh, lebih baik dia berumur pendek saja. Apalagi para ahli dosa yang tidak mau bertobat sebaiknya tidak perlu berumur panjang. Sebab jika berumur panjang malah akan menambah dosanya.

Allah memberi umur yang panjang itu sebenarnya untuk menunggu taubat hambanya. Agar mau menyadari. Menyadari di sini sebenarnya bisa murni karena anugerahnya Allah. Kedua, kesadaran itu harus timbul dari dirinya sendiri. Sadar jika dipaksa akhirnya kurang baik juga. Jika dari diri sendiri akan lebih bagus.

Untuk bisa sadar diri memerlukan beberapa hal. Diantaranya adalah petunjuknya Allah. Dalam kondisi sudah payah saja kadang diminta berubah masih susah, malas. Saat kondisi masih kuat, ekonomi bagus, kondisi diberi kemudahan oleh Allah masih seenaknya sendiri, sepertinya tidak akan tua. Seperti sudah paling hebat.

Ketika Allah memberi cobaan dengan dibuat kondisinya menjadi susah. Dalam kondisi susah tersebut, Allah sebenarnya bermaksud agar sikap seenaknya sendiri itu berkurang. Kadang tidak berkurang malah makin jadi.

Di surat Yasin juga diceritakan seorang utusan yang diutus Nabi Isa agar berdakwah di suatu perkampungan. Beberapa hikmah bisa ditarik dari peristiwa tersebut. Diantaranya kegagalan utusan pertama. Mengapa sampai gagal? Karena kurang pengalaman. Kalau ilmu sebenarnya sudah cukup.

Pengalaman kurang di sini wujudnya kurang paham dengan keadaan kampung yang dituju tersebut. Kurang paham karakter orang yang diajak. Hal ini bisa jadi masalah. Di kampung tersebut orang belum mengenal Allah, langsung diajak dengan cara mereka yang sudah kenal Allah.

Ibarat kita berdakwah ke orang yang belum menjalankan sholat. Mereka tidak diajari dulu bagaimana cara berwudlu yang benar. Bagaimana urutan gerakan sholat. Namun langsung ditatar dengan propaganda kalau sholatnya tidak khusyuk maka sholatnya tidak akan diterima Allah. Ibarat menyuapi makan anak kecil, ini terlalu banyak takarannya. Jadinya malah tidak pas.

Gagal. Dirinya malah diusir. Akhirnya mengirim utusan kedua yang sudah berpengalaman. Dirinya sudah dewasa pemikirannya. Dan dia berhasil. Ketika dia berdakwah di kampung tersebut, pertama dia tidak mengajak dan melarang. Ketika dia berusaha agar dia dikenal sebagai orang baik dulu. Mudah bergaul, tidak mudah menyalahkan.

Tahap awal hanya melihat kondisi di kampung tersebut, bagaimana yang sudah berjalan, tabiatnya seperti apa. Dirinya ikut serta terus. Dia ikut kegiatan di kampung tersebut. Jika ada yang tidak sesuai dengan ajaran Islam dia tetap ikuti dulu.

Saat itu ada kejadian, diantara warga kampung tersebut ada yang sakit. Sudah mencari beberapa cara pengobatan namun belum sembuh juga. Murid Nabi Isa ini sudah diajari doa-doa untuk menyembuhkan orang sakit. Singkat kisah, warga tersbut didoakannya lantas sembuh. Jadi caranya pelan-pelan dalam mendekati. Tidak ada unsur penghinaan dan pemaksaan.

Di surat Yasin ini juga kisahkan, di suatu kampung ada orang soleh. Orang soleh tersebut memang tidak berpengaruh di kampungnya namun dia mendapat hidayah Allah. Akhirnya dia mengambil resiko. Akibatnya dia dikucilkan bahkan dibunuh. Jadi memang di surat Yasin ini menerangkan 2 cara berdakwah. Ada yang gagal total, ada yang berhasil. Ada yang terbunuh di medan dakwah.

Di surat yang ke 36 dalam al Qur’an ini juga diterangkan tentang dalil-dali bahwa Allah Maha Kuasa. Ahli fiqih menerangkan bahwa yang membuat bumi dan seisinya adalah Allah Yang Maha Kuasa. Namun bagi ahli sufi, mereka berpendapat tidak perlu terlalu membahas kekuasaannya Allah. Karena itu sudah kelihatan dan kita bisa rasakan bahwa Allah Maha Kuasa.

Diterangkan juga proses Kiamat dan kedahsyatannya. Di hadits ada yang menerangkan secara khusus bahwa hari kiamat Kubra semua akan hancur. Dunia seisinya akan lebur. Setelah itu akan ada kehidupan lagi. Manusia dibangkitkan dari kuburnya. Ada orang-orang yang ahli surga dan ahli neraka. Semua sudah terbagi menjadi beberapa rombongan. Di Yaumul Kiamat itu modelnya ada rombongan-rombongan. Ketemu dengan sendiri-sendiri. Jika kita bingung maka akan ada yang mengajak untuk bertemu rombongannya.

Ada kelompok ahli neraka, terpisah. Jadi kelak akan ada perpisahan yang sangat mengharukan. Dikenal di dunia bahkan keluarganya sendiri, dia tidak bisa kumpul bareng karena perjalanan hidupnya berbeda.

Orang yang baik akan terpisah, orang yang jelek juga akan terpisah. Seperti Nabi Musa AS ketika protes ke Allah, “Kenapa ya Allah sama-sama umatmu, ada yang di surga dan mereka Engkau muliakan. Tetapi ada juga yang di neraka? Mereka sama-sama makhlukMu yaa Allah”.

Memang Nabi Musa itu termasuk Nabi yang kritis. Beliau juga pernah protes ke Nabi Adam, “Gara- gara engkau makan buah kuldi, anak keturunanmu semua jadi susah di dunia ini. Dulu di surga semua serba nyaman, tinggal perintah semua sudah datang. Sekarang semua harus melakukan sendiri”,

Nabi Adam menjawab dengan tenang, “Aku berbuat seperti ini sudah kehendak Allah, memang aku dicipta Allah bukan untuk di surga. Tapi aku dan semua keturunanku dicipta Allah untuk memakmurkan bumi. Jika anak keturunanku taat terhadap aturannya Allah akan kembali ke surga, kalau tidak taat jangan salahkan siapa-siapa”.

Bahkan kelak setan saja disalahkan tidak mau. “Gara-gara kamu maka aku malah jadi masuk ke neraka”. Setan menjawab dengan santai, “Begini, aku khan sudah dilaknat Allah, bagianku mengajak ke neraka. Tapi aku sudah dijanji oleh Allah, itu hanya berlaku bagi yang mau saja. Kalau tidak mau aku tidak bisa memaksa. Salahmu sendiri kamu, kenapa aku ajak ke neraka koq mau”.

Malah sekarang setan tidak perlu menggoda lagi. Orang jahat, sudah tidak ada lagi yang perlu digoda. Dibiarkan saja sudah berlaku jahat sendiri. Sudah tidak perlu diprovokatori. Maka kelak setan juga tidak mau disalahkan. Dia dan semua keturunannya akan jadi penghuni neraka. Dan sudah mendapat ijin Allah untuk mencari teman.

Seperti itu saja Allah masih memberi kelonggaran. Siapa saja yang mau meminta ampunan akan diampuni Allah.

Surat Yasin mempunyai beberapa keutamaan. Diantaranya, manusia mempunyai hati atau jantung. Hati atau jantungnya al Qur’an adalah surat Yasin.

Yasin termasuk rahasianya Allah yang dipasang di awal beberapa awal surat al Qur’an. Yang tahu persis hanya Allah saja. Ada yang memaknai Yasin ini nama lainnya Nabi Muhammad. Ada juga yang memberi makna jika di dalam surat Yasin ini, huruf yang paling banyak disebut adalah ya dan sin.