Jelang Ramadan, Stok Bahan Pangan di Boyolali Aman

Foto: Dispertan Boyolali

Mojosongo – Menjelang Ramadan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Boyolali memastikan ketersediaan kebutuhan pangan sudah mencukupi untuk masyarakat setempat. Apalagi, saat ini beberapa wilayah di Indonesia tengah menghadapi krisis akibat pandemi Covid-19.

Dari keterangan Sekretaris Daerah (Sekda) Boyolali Widodo, Daerah yang dijuluki sebagai Kota Susu itu kini telah memasuki panen pada produksi beras yang rata-rata per bulannya adalah 16.780 ton, di mana kebutuhan masyarakat ada di kisaran 8.100 ton, sehingga Kabupaten Boyolali surplus beras. “Dua bulan ke depan akan memasuki panen kedua, sehingga kita siap dalam menghadapi kebutuhan masyarakat,” tuturnya.

Adapun dari sentral jagung, dalam lima bulan ini Kabupaten Boyolali menghasilkan sekitar 90 ribu ton, sedangkan kebutuhan konsumsi masyarakat hanya 500 ton. Sementara itu, Kecamatan Selo yang menjadi produksi cabai rawit rata-rata produksi yakni 1.440 ton, sedangkan kebutuhan masyarakat sekitar 88 ton.

Begitu pula pada produksi bawang merah. Kini, Kabupaten Boyolali sudah bisa mengembangkan produksi bawang merah sendiri, sehingga pada bulan lalu, pada panen raya, menghasilkan rata-rata 2.042 ton per bulan, atau dalam lima bulan ini mencapai 10.210 ton. “Kebutuhan bawang merah untuk masyarakat rata-rata 227 ton. Jadi bawang merah aman,” tegasnya.

Tak hanya itu, produksi daging rata-rata dalam satu bulan ada 1.179 ton, di mana kebutuhan masyarakat sekitar 200 ton, sehingga Kabupaten Boyolali mensuplai ke daerah lain. Daging ayam pun masih menjadi andalan, yang rata-rata per bulan memproduksi 1.587 ton, sementara kebutuhan masyarakat sekitar 400 ton.

Saat Ramadan, salah satu bahan pangan yang paling banyak dicari ialah telur, sebagai bahan membuat kue. Produksi telur ayam di Kabupaten Boyolali rata-rata 2.000 ton per bulan, sementara kebutuhan masyarakat hanya 300 ton. Dengan tercukupinya bahan pangan di Boyolali selama beberapa bulan ke depan, Widodo pun mengimbau kepada masyarakat untuk tidak panik dengan melakukan aksi borong bahan pangan.

Alsintan Dukung Produksi Pertanian

Dalam mendukung produksi para petani, terutama saat mewabahnya Covid-19, Pemkab Boyolali memberikan sejumlah fasilitas pengelolaan pertanian berupa peralatan mesin pertanian (alsintan) kendaraan roda tiga untuk mengangkut hasil pertanian pascapanen.

Kepala Dinas Pertanian Boyolali Bambang Jiyanto menjelaskan, kendaraan roda tiga tersebut bersumber dari Anggaran Belanja Pendapatan Daerah (APBD) Provinsi Jawa Tengah Tahun Anggaran 2020 dan APBD Kabupaten Boyolali Tahun Anggaran 2020.

“APBD Jateng sebanyak 23 unit untuk mendukung petani tembakau dan cengkeh pascapanen, dan APBD Boyolali sejumlah 16 unit untuk mendukung pascapanen tembakau, kelapa, dan cengkeh,” paparnya.

Dijelaskan Bambang, merebaknya virus Corona saat ini membuat penyerahan bantuan alsintan dilakukan dengan cara yang hati-hati dan sesuai dengan protokol kesehatan. Pembagian dilakukan satu per satu tanpa mengundang banyak orang. Selain itu, kendaraan roda tiga yang datang langsung disemprot disinfektan.

“Pemberian dilakukan pada tanggal 26 Maret di halaman Kantor Dispertan. Semua dilakukan dengan protokol sangat hati-hati,” kata Widodo.