Songsong Desa Digital, Pemdes Sendang Bersama Yayasan Jerami Lakukan Pendataan Berbasis Spasial

Kades Sendang bersama Tim Yayasan Jerami serta Babinsa dalam acara Sosialisasi. (Foto: Desa Sendang)

Sendang, Wonogiri – Di tengah kewaspadaan pandemi Covid-19, Pemerintah Desa Sendang bersama Yayasan Jerami Surakarta mengadakan Sosialisasi Pendataan Berbasis Spasial (Lingkungan) sebagai rujukan perubahan Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) Desa di Balai Desa Sendang, Rabu (18/3/2020).

Ancaman pandemi Covid-19 tidak menyurutkan semangat Kades, Pemdes, BPD, LPM, KPMD, BUMDes Sendang Pinilih, RW, RT, PKK, dan tokoh masyarakat serta dihadiri Babinsa untuk menyamakan persepsi mengenai perubahan RPJM Desa untuk menyongsong Desa Digital dan perencanaan pembangunan desa yang berdaya saing.

Dalam kesempatan itu, Kepala Desa Sendang, Sukamto Priyowiyoto menyambut baik upaya Yayasan Jerami Surakarta karena sejalan dengan niatan Pemdes Sendang untuk menjadi desa digital, mendapatkan perencanaan yang berdaya saing, serta upaya dalam penanggulangan kemiskinan. “Melalui Perubahan RPJM Des ini nantinya diharapkan memperlancar perencanaan pembangunan di Desa Sendang,” ujar kades.

Perubahan RPJM Desa Sendang menurutnya dipandang perlu dilakukan dalam rangka mendapatkan data yang lebih valid mengenai jumlah angka kemiskinan, data lingkungan, hingga data potensi ekonomi desa yang akan diintegrasikan ke Sistem Informasi Desa (SID).

Sementara itu, Pimpro Yayasan Jerami Surakarta, Zakaria, menyebutkan bahwa masih banyak desa dalam pemanfaatan dana desa dialokasikan sebatas untuk mempercantik desa semata, sehingga belum maksimal dalam upaya mensejahterakan masyarakat, lantaran minimnya dukungan data dalam perencanaan pembangunan. Untuk itu, perlu adanya upaya taktis untuk memaksimalkan dana desa bagi penanggulangan kemiskinan.

“Melalui validasi data kemiskinan, data spasial maupun data potensi ekonomi desa inilah akan kita siapkan satu perencanaan spesifik untuk penanggulangan kemiskinan,” papar Zakaria.

Desa Digital Percepat dan Permudah Layanan

Desa digital merupakan program pemberdayaan masyarakat melalui pemanfaatan teknologi digital dan internet dalam pengembangan potensi desa, pemasaran, dan percepatan akses serta pelayanan informasi. Oleh Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (PDTT), Abdul Halim Iskandar, desa digital ini ditargetkan bakal dimulai pada 2021, meski sudah dicanangkan sejak tahun 2020.

Menurut Mendes, digitalisasi akan mempercepat layanan kepada masyarakat, sekaligus memudahkan desa melaporkan penggunaan dana desa. Salah satunya dengan memanfaatkan teknologi informatika, misalnnya sistem informasi desa (SID).

Ditambahkannya, salah satu hal penting dalam program digital adalah penerapan sistem cashless atau nontunai dalam pelaksanaan program desa, yang sumber dananya berasal dari dana desa. Cashless mengurangi potensi kebocoran dana desa dan memudahkan kepala desa mempertanggungjawabkan keuangan desa.

“Ini penting sekali. Pertama, untuk mengelola keuangan di desa. Kedua, membantu kepala desa membuat laporan pertanggungjawaban keuangan desa,” paparnya, dalam keterangan tertulis di website resmi Kemendes.