Tips Semangat Bekerja Ala Mas Wantik

Suwantik Yoso Sumarto atau sering disapa dengan Mas Wantik memberikan kiat-kiat agar seseorang tidak jenuh dengan pekerjaannya. (Foto: Maswantik.com)

Setiap manusia memiliki suatu pekerjaan yang beragam, tergantung kemampuan manusia tersebut, akan tetapi manusia terkadang jenuh dengan pekerjaan yang ia jalanin, pengaruh lingkungan dan faktor dari dalam diri manusia pun ikut menjadi faktor terjadinya kejenuhan itu muncul.

Pekerjaan adalah suatu alasan manusia atau seseorang untuk bertahan hidup dan pekerjaan adalah suatu sumber keuangan manusia atau seseorang untuk memenuhi segala kebutuhannya. Dalam kehidupan ini pekerjaan sangat sekali dibutuhkan oleh manusia dalam berbagai alasan, mulai dari ingin merubah nasib, memenuhi kebutuhan dan sebagainya.

Dalam kasus ini, Suwantik Yoso Sumarto atau sering disapa dengan Mas Wantik memberikan kiat-kiat agar seseorang tidak jenuh dengan pekerjaannya.

Menurutnya bekerja harus didasari dengan cinta, sehingga tidak ada lagi beban, rasa malas, terpaksa. Justru sebaliknya, bekerja dengan cinta akan muncul semangat, rela berkorban, totalitas, dan merasa ikut memiliki. Namun, dalam praktiknya, menumbuhkan dan menghadirkan cinta ke dalam pekerjaan tidaklah mudah.

“Semua harus diawali dengan mengubah cara pikir kita. Banyak di antara kita yang masih beranggapan, bekerja terbatas pada hitungan hak dan kewajiban. Lebih parah lagi, kalau sudah sampai ada ungkapan, “ketimbang bengong di rumah saja.” Tidak ada spirit sama sekali. Tidak lebih dari sekadar P4 atau Pergi Pagi Pulang Petang” kata pebisnis furniture, lighting, dan craft  yang juga penulis buku ‘Wong Kang Soleh Kumpulana’ ini.

Bekerja Harus Benar-benar Untung

Pada beberapa kesempatan, Ia sering menyampaikan kepada karyawannya bahwa dalam bekerja harus benar-benar untung. Artinya, akan sangat merugi kalau minimal 8 jam setiap hari yang kita habiskan di tempat kerja tanpa ada sesuatu yang berharga.

“Keuntungan ini tentu beragam jenisnya. Dari segi ilmu, hendaknya dari waktu ke waktu, ilmu dan kemampuan kita juga mesti selalu bertambah. Masa sudah bekerja lebih dari 5 tahun masih sama saja kemampuannya dengan ketika masih setahun,” jelasnya.

Selain itu, lanjut pria kelahiran Sukoharjo, 26 April 1972 ini, keuntungan berikutnya adalah dari segi income atau penghasilan. Tidak bisa dipungkiri bahwa salah satu tujuan bekerja adalah mencari penghasilan.

“Saya pastikan bahwa bekerja di perusahaan yang saya kelola, terbuka kesempatan untuk hal satu ini. Artinya, kontribusi karyawan diperhatikan dan diperhitungkan,” ungkapnya.

Untuk keuntungan selanjutnya adalah segi rohani dan spiritual. Dengan bekerja hendaknya juga bisa lebih meningkat dari sisi spiritual menjadi lebih bijaksana karena dalam bekerja tentu banyak berhubungan dengan banyak orang.

“Setiap individu mempunyai karakternya masing-masing,  mestinya kita semakin paham dan lebih dewasa dalam bersikap. Dalam bekerja sudah pasti tidak akan selalu mulus dan berhasil, kendala dan masalah ini hendaknya menjadi pelajaran sekaligus guru kita. Kita mesti bisa jadi lebih bijaksana dan mengambil hikmah darinya,” pungkas pria yang juga pernah menulis buku ‘Yang Terucap Yang Tertulis’ ini.

Menurutnya bekerja adalah bagian dari ibadah. Banyak orang mengatakan demikian. Ia pun setuju dengan ungkapan tersebut, bahkan ia memahaminya lebih dari itu. Bukan sekadar bagian dari ibadah, tapi justru bekerja termasuk ibadah utama.

“Banyak yang beranggapan bahwa ibadah utama orang Islam hanyalah sholat, puasa, zakat, dan haji. Namun sebenarnya, berbuat baik, menghibur hati orang lain yang sedang dirundung kesedihan, memberi solusi bagi yang sedang bermasalah, tidak kalah hebatnya,” jelasnya.

Bekerja adalah jihad yang nyata. Dengan bekerja inilah wujud tanggung jawab kita sebagai pribadi dan keluarga yang kita miliki. Tidaklah mengherankan sampai ada penghargaan kalau kita meninggal dunia ketika kita bekerja, termasuk meninggal dengan syahid.

Dalam bekerja, tambahnya, kita bisa mendapatkan keuntungan berupa pahala berlipat-lipat. Iapun memberikan contoh dengan orang yang bisa makan, bersekolah, dan beribadah, karena mereka mendapatkan hasil dari pekerjaan yang kita berikan kepada mereka.

“Akan sangat menguntungkan dan merupakan ladang kebaikan bagi kita apabila kita niati semua yang kita lakukan sebagai ibadah. Sebagai wujud rasa syukur kita kepada Yang Maha Mencipta,” ujarnya.

Untuk itu, ia selalu mengajak semuanya untuk lebih mencintai pekerjaan kita. “I love my job,” ungkapnya.

Bagi yang berminat dengan buku karya Mas Wantik, bisa didapatkan di website Pandivabuku.com.