Pembangunan Fly Over Purwosari Solo Resmi Dimulai

Pembangunan fly over resmi dimuai mulai hari ini hingga sepuluh bulan kedepan. (Foto: Humas Surakarta)

Purwosari – Sejak Rabu (5/2/2020) hingga 10 bulan ke depan kebiasaan warga Kota Surakarta dalam bepergian dipastikan berubah, karena pada area tersebut akan dibangun fly over oleh  Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Fly over tersebut dibagun lantaran perlintasan sebidang Purwosari di Jalan Slamet Riyadi ini merupakan salah satu titik terpadat di ruas jalan utama Kota Surakarta.

Bahkan antrean panjang kendaraan tersebut menjadi pemandangan khas bagi siapapun yang melintas di lokasi tersebut.

Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) VII Akhmad Cahyadi, mengimbau kepada masyarakat agar bersabar selama masa pembangunan.

“Dampaknya memang terasa, terutama bagi pengguna jalan, dengan ditutupnya perlintasan sebidang dan terbatasnya akses menuju lokasi proyek mulai simpang Kerten sampai simpang Purwosari. Kami juga berusaha meminimalkan dampak sosial dari proyek fly over ini,” katanya di lokasi.

Rekayasa Lalu Lintas

Meski selama pembanguanan ini Pemkot Surakarta telah melakukan rekayasa lalu lintas, namun para pengguna jalan tetap harus beradaptasi dengan pola pergerakan mereka.

“Apalagi pola tersebut relatif mapan, lantaran adaptasi terakhir sudah berlangsung setahun usai overpass Manahan resmi dibuka untuk umum pada akhir 2018,” jelasnya.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Surakarta, Achmad Purnomo, mengimbau agar warga untuk bersabar sejenak.

“Hingga beberapa bulan mendatang, kemacetan masih akan jadi fenomena di berbagai ruas jalan. Kami pun meminta petugas bisa lebih sigap dan siap mengurai kemacetan itu,” tegasnya. Ia berharap berharap pembangunan fly over Purwosari bisa lancar, tepat waktu, tepat biaya dan tepat mutu.

Dampak dari diterapkannya rekayasa lalulintas selama pembangunan fly over tersebut sejumlah ruas jalan di Kota Surakarta mengalami kemacetan arus lalu lintas. Di antaranya di jalan layang Manahan. Selain itu kendaraan mengular juga terlihat di Jalan Adisucipto dan Jalan Dr Moewardi yang terhubung dengan jalan layang Manahan.