Galakkan Penghijauan Gunung Lawu, Ganjar Perintahkan Warga Karanganyar Tanam Pohon

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo saat tiba di bukit Mongkrang Desa Gondosuli, Tawangmangu Kabupaten Karanganyar, Rabu (12/2/2020). (Foto: Humas Jateng)

Tawangmangu – Kerusakan lahan di lereng Gunung Lawu Kabupaten Karanganyar semakin parah. Banyak hutan telah beralih fungsi sebagai lahan pertanian dan juga obyek wisata. Saat tiba di Bukit Mongkrang Desa Gondosuli, Tawangmangu Kabupaten Karanganyar, Rabu (12/2/2020), Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo tampak terkejut dengan perubahan itu.

“Dulu itu masih hutan belantara. Saya tahu karena saya lahir di sini. Sekarang banyak sekali yang gundul,” kenang Ganjar akan masa kecilnya saat membuka acara penanaman pohon bersama masyarakat dan komunitas di lokasi itu.

Ganjar kemudian memerintahkan Wakil Bupati Karanganyar, Rober Christanto, yang mendampinginya dalam acara itu, untuk menggalakkan penanaman pohon.

Rober diminta menggandeng perangkat daerah mulai dari camat, lurah hingga ketua RT/RW di Tawangmangu untuk melakukan penanaman pohon di kawasan lereng Gunung Lawu.

“Mulai hari ini sampai Maret, gerakan menanam harus ditingkatkan di kawasan-kawasan ini. Gandeng seluruh masyarakat dan komunitas,” tandasnya.

Selain gerakan menanam, Ganjar meminta kegiatan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat harus terus ditingkatkan. Memanfaatkan kearifan lokal, kesadaran untuk peduli lingkungan harus terus ditumbuhkan.

“Saya usul supaya setiap anak yang lahir di Lawu, orang tuanya wajib tanam pohon. Kalau ada masyarakat minta surat keterangan kepada RT/RW, syaratnya tanam pohon. Ada yang mau menikah, naik jabatan, syaratnya harus tanam pohon. Kalau mau menikah dua kali, tanamnya dua hektar,” usul gubernur disambut tawa masyarakat.

Lebih lanjut, Ganjar pun menyadari salah satu hal yang menjadi dilema bagi Pemkab Karanganyar. Sebagai daerah dengan potensi wisata yang sangat menarik, tentu daerah itu menjadi incaran para investor.

Target Hingga Maret

Namun demikian, investasi di kawasan lereng Gunung Lawu harus benar-benar dikontrol dan diawasi ketat. Bangunan-bangunan serta pelaksanaan pengembangan kawasan tak boleh terlalu padat. Pemkab juga harus berani menerapkan aturan tegas.

Bahkan, Ganjar memberi target hingga Maret, kegiatan reboisasi ini terus dilakukan. “Gandeng seluruh masyarakat dan komunitas untuk gerakan menanam di kawasan ini,” papar Ganjar.

Sementara itu ketua Relawan Gunung Lawu Giyatno mengatakan, kondisi lereng Lawu sudah sangat memprihatinkan. Tak sedikit masyarakat yang tidak paham, lalu mereka menebang pohon agar lahan bisa dimanfaatkan untuk hal lain.

Untuk itu, sosialisasi dan edukasi secara terus menerus perlu dilakukan. Bahkan, dia memberi usulan yang agak unik terkait kegiatan penanaman pohon.

“Kalau bisa, pohon yang ditanam juga yang mengandung mitos, misalnya beringin, pereh, bulu. Sehingga, masyarakat takut sendiri untuk menebang,” ujar Giyatno.