Desa Ponggok Jadi Motivasi Kabupaten Minahasa Tenggara dalam Pengelolaan BUMDes

Sekretaris Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Kliyowo saat menerima kunjungan kerja dari anggota DRPD Kabupaten Minahasa Tenggara. Selasa (11/2/2020). (Foto: Humas Klaten)

Polanharjo – Keberadaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di Kabupaten Klaten memang tak diragukan lagi. Terlebih adanya Desa Ponggok yang BUMDesnya mampu menyumbang pemasukan hingga RP 15 miliar per tahun.

Berkenaan dengan hal tersebut, anggota DPRD Kabupaten Minahasa Tenggara melakukan kunjungan kerja di Ruang B1 Kantor Bupati Klaten pada Selasa (11/02/2020). Kunjungan Kerja ini diikuti 7 anggota dari Komisi Idan disambut oleh Sekretaris Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Kliyowo beserta sejumlah Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) atau yang mewakili.

Kliwonyoso menyampaikan adanya kunjungan kerja ke Kabupaten Klaten merupakan nilai dan penghargaan tersendiri. Kunjungan kerja ini bisa untuk membuka cakrawala pandang saling mengisi dan mengevaluasi program kegiatan yang ada di Kabupaten Klaten dari segala bidang dan institusi.

Diharapkan dari Minahasa Tenggara bisa mendapatkan informasi atau dan bisa menjawab tujuan dari kunjungan yaitu mengetahui Perkembangan BUMDes Kabupaten Klaten.

Dari total 391 desa yang ada di Kabupaten Klaten, sudah 300 desa yang membentuk BUMDes, dan hanya tersisa 91 desa yang belum membuat BUMDes. Untuk mengejar ketertinggalan, diusahakan untuk RJPMD yang terbaru seluruh desa sudah membentuk BUMDes dengan pendampingan dari dispermasdes.

BUMDes yang Aktif

Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Minahasa Tenggara, Artly Kountur menyampaikan bahwa saat ini Kabupaten Minahasa sangat membutuhkan referensi yang banyak untuk mengembangkan potensi yang ada di Kabupaten Minahasa Tenggara agar bisa mengembangkan potensi yang dimiliki.

Daerah Minahasa Tenggara sangat menonjolkan pertanian dan perikanan. Klaten dipilih menjadi tujuan karena tertarik dengan BUMDes di Kabupaten Klaten yang aktif bergerak karena eksekutif dan legislatifnya yang juga ikut bergerak, hal tersebut yang kemudian memotivasi dilaksanakannya kunjungan kerja.

Ia berharap dengan kunjungan ini dapat lebih meningkatkan potensi dari masing-masing daerah dan saling mengisi apa yang menjadi kekurangan di daerah.

“Dengan kunjungan ini dapat terjalin kerjasama dan komunikasi dalam rangka meningkatkan potensi desa, Kabupaten dan Bumdes yang menjadi pembahasan atau persoalan pokok dalam kunjungan kerja,” jelasnya