Cegah Tikus Gagalkan Panen, Warga Kelurahan Dukuh Lakukan Gropyokan Tikus

Puluhan warga Dukuh, Sukoharjo ikuti lomba gropyokan tikus, Senin (3/2/2020). (Foto: Humas Sukoharjo)

Dukuh – Tikus dapat menyerang beberapa jenis tanaman seperti padi, kacang tanah, kedelai, ubi kayu,ubi jalar, tebu kelapa. Tetapi tanaman yang sering diserang dan paling disenangi adalah padi. Serangan pada tanaman padi memperlihatkan pada bahagian batangnya terpotong.

Bila serangan hama ini terjadi pada vase vegetatif, seekor tikus dapat merusak tanaman antara 11-176 batang padi per malam. Pada saat bunting kemampuaan merusak meningkat menjadi 24-246 batang per malam. Besarnya kerugian yang disebabkan oleh tikus ditentukan oleh banyaknya anakan yang gagal menghasilkan malai masak pada waktu panen.

Itulah mengapa tikus merupakan hama yang sangat merugikan petani yang mengakibatkan padi petani gagal panen atau gagal tumbuh, padahal berapa beaya yang telah dikeluarkan oleh petani dalam menggarap sawah tentunya mengakibatkan kerugian yang sangat besar bagi petani.

Menyikapi hal tersebut Pemerintah Desa (Pemdes) Kelurahan Dukuh didukung oleh Babinsa dan PPL Getol melaksanakan gropyokan tikus untuk mencegah gagal panen pada tanam padi masa tanam di Tahun 2020 ini.

Berbagai upaya telah diupayakan termasuk memalui gropyokan tikus mandiri oleh para petani. Namun terkadang hasilnya kurang maksimal, karena tikus betina melahirkan rata-rata 8 ekor anak setiap kali melahirkan, dan mampu kawin lagi dalam tempo 48 jam setelah melahirkan serta mampu hamil sambil menyusui dalam waktu yang bersamaan, sangat cepat sekali.

Hasil Lebih Maksimal

Agar perolehan hasil gropyokan lebih maksimal, Lurah Dukuh, Tri Budi Setiawan menyiasatinya dengan lomba gropyokan tikus yang diikuti oleh antarkelompok tani di Kelurahan Dukuh, Sukoharjo.

Dalam lomba tersebut ditetapkan setiap ekor tikus dihargai Rp 1000. Dalam lomba tersebut dilaksanakan pemberantasan hama tikus serempak dengan luas area sekitar 290 Ha dengan hasil penangkapan 420 ekor tikus.

“Belum maksimal hasilnya, tapi cukup memuaskan, kegiatan ini harus berlanjut dan rutin diadakan, melalui inovasi lomba berhadiah uang tunai ini petani semakin bersemangat dalam memberantas hama tikus, mereka dapat 2 profit, hama tikus binasa dan dapat hadiah uang,” katanya yang turut menyemangati para petani di wilayahnya.

Dalam lomba tersebut tersebut keluar sebagai pemenang para petani dari kelompok tani Ngudi Rejeki. Lomba ini melibatkan 160 orang petani yang tergabung dalam Gapoktan.