Bupati Klaten Perkenalkan Jamu untuk Cegah Stunting

Bupati Klaten Sri Mulyani gencarkan program agar masyarakat dapat terus melestarikan gerakan minum jamu, beberapa waktu lalu. (Foto: Humas Klaten)

Kemalang – Bupati Klaten Sri Mulyani gencar mengkampanyekan pencegahan stunting melalui program SMART yakni Semangat Mencegah Anemia Remaja Terpadu bertempat di Puskesmas Kemalang, Klaten beberapa waktu lalu menggunakan produk herbal alias jamu.

Pada kesempatan tersebut Sri Mulyani juga berkesempatan meresmikan pembangunan gedung baru Puskesmas Kemalang yang usai direnovasi.

“Puskesmas Kemalang yang telah selesai direnovasi ini kami persembahkan untuk warga Kemalang. Fasilitas yang ada harus dimanfaatkan dengan cara memaksimalkan pelayanan kesehatannya kepada masyarakat. Layani masyarakat dengan ramah, cepat dan tentunya secara maksimal. Apalagi sudah ada layanan rawat inap,” pesan Bupati.

Dalam kegiatan sambang puskesmas ini juga terdapat beberapa stand kesehatan dari 10 perwakilan Puskesmas, salah satunya yaitu stand kesehatan jamu tradisional.

Selain itu ada juga stand pencegahan dan penanggulangan stunting, aksi bergizi, matur dokter, serta terapi kesehatan tradisional dari Griya Sehat Pendapa Rahani.

Gerakan Minum Jamu

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Klaten, Cahyono Widodo, menyampaikan bahwa tujuan dari sambang puskesmas ini adalah untuk menggerakkan masyarakat agar dapat melestarikan gerakan minum jamu.

“Pencegahan stunting itu butuh proses panjang, salah satunya dengan minum tablet tambah darah. Tapi sekarang jamu menjadi cara sehat yang bisa dipilih,” ujarnya.

Menurutnya tanaman herbal seperti daun kelor dapat meningkatkan kadar haemoglobine sehingga anemia berkurang. “Ada juga lengkuas merah atau temu lawak yang berkasiat bisa menambah kebugaran,” jelas Cahyono.

Terkait pengembangan ke depan, pihaknya menambahkan bahwa upaya jangka pendek adalah sosialisasi pengenalan jamu bagi masyarakat. “Karena peluang ekonomi ini sangat terbuka dan Pemkab Klaten akan membantu dari sisi perizinan serta pengawasan mutu dan keamanannya sehingga aman dikonsumsi masyarakat,” jelasnya