Karanganyar Punya Potensi Wisata Unik Sakura Hills, Juliyatmono: Kita Wajib Berbangga

Bupati Karanganyar, Juliyatmono, saat memberikan sambutannya di Sakura Hills. (Foto: Diskominfo Karanganyar)

Tawangmangu – Bupati Karanganyar, Juliyatmono, mengunjungi obyek wisata baru di Desa Tlogodringo, Tawangmangu, Sakura Hills, yang baru saja dibuka pada Sabtu (21/12/2019) lalu. Dalam kesempatannya memberikan sambutan, bupati mengatakan bahwa warga Karanganyar patut berbangga dengan potensi wisata yang cukup unik di lereng Gunung Lawu ini.

Selain itu, ia juga mengajak seluruh warga dan pengunjung untuk senantiasa menjaga kelestarian alam dan kebersihan tempat wisata tersebut. “Mari kita bersama-sama menjaga kelestarian alam dan kebersihannya,” ujar Juliyatmono, dilansir dari laman Pemkab Karanganyar.

Usai memberikan sambutan, bupati turut menjajal salah satu atraksi wisata yang menarik, yaitu Jeep Adventure. Setelah puas berkeliling dan menjelajah, ia kemudian melakukan aksi tanam pohon di dekat pintu masuk wisata.

Sakura Hills merupakan obyek wisata baru di Kecamatan Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar, dengan mengusung konsep Negara Jepang, sesuai dengan asal tumbuhan sakura yang dinilai dapat mekar dua kali dalam setahun jika ditanam di wilayah Tawangmangu. Di sini, pengunjung bisa bebas berfoto dengan berlatar belakang ornamen khas Jepang. Tak hanya itu, pengunjung juga bisa meminjam pakaian adat Jepang, kimono, untuk sekadar berfoto atau menjelajah Sakura Hills.

Kelestarian Alam Kunci Sukses Pariwisata

Kelestarian alam menjadi kunci sukses pengembangan wisata yang menjual pesona dan panorama alam. Untuk itu, stakeholder pariwisata di wilayah setempat harus bersinergi dan berperan bersama untuk menjaga kelestarian alam.

Deputi Bidang Pengembangan Industri dan Kelembagaan Pariwisata Kementerian Pariwisata, Rizki Handayani, mengingatkan bahwa kelestarian alam akan mendorong industri pariwisata di suatu kawasan berkesinambungan. “Pemandangan yang indah, lokasinya sejuk dan nyaman, pelaku wisata maupun masyarakat harus melestarikan ini,” paparnya.

Rizki menambahkan, salah satu bentuk sinergisitas dalam menjaga kelestarian alam pariwisata adalah dengan menjaga kebersihan tempat wisata. Stakeholder pariwisata harus mampu menjaga kebersihan dengan mengajak pengunjung untuk tidak membuang sampah sembarangan. Begitu juga pedagang yang ada di lokasi wisata, diajak untuk menjaga kebersihan.

“Sinergi bersama antara pelaku usaha, masyarakat, dan pemerintah bisa menjadi pijakan dalam pengembangan pariwisata. Juga bagaimana masyarakat bisa menjadi subjek dari pengelolaan wisata,” tambahnya.

Add Comment