Bermula Gemar Membuat Status Motivasi di Blackberry Messenger, Mas Wantik Akhirnya Ketagihan Menulis Buku

Bermula Gemar Membuat Status Motivasi di Blackberry Messenger, Mas Wantik Akhirnya Ketagihan Menulis Buku. (Foto: Maswantik.com)

Suwantik atau yang akrab disapa Mas Wantik ini lahir di Sukoharjo, 26 April 1972. Bapak 4 putri ini tidak menyangka jika akhirnya ketagihan dalam menulis. Bermula dari kegemarannya membuat status motivasi di Blackberry Messenger kala itu, banyak rekannya yang mendorong untuk menulis artikel dan akhirnya bisa menerbitkan buku sendiri.

Di luar buku, ia pun mempunyai website pribadi, di website inilah Mas Wantik ingin berbagi motivasi dan inspirasi dengan artikel yang dengan mudah diakses dan dinikmati siapa saja.

“Adalah hal yang menggembirakan bagi saya bisa terus berbagi kebahagiaan dan semangat hidup,” katanya di jumpai belum lama ini.

Dalam kesehariannya Mas Wantik adalah pengelola bisnis furniture, lighting, dan craft kelas ekspor. Kecakapannya dalam berbisnis membawanya terbang ke berbagai negara dan memberi kesempatan baginya untuk berburu hikmah dari berbagai penjuru dunia.

Bisnis yang identik dengan uang dikemasnya dengan balutan religi yang harmonis. Tak heran bila di kantornya tadarus Al-Quran dan Sholat Dhuha menjadi menu pembuka sebelum memulai aktivitas kerja, setiap harinya.

Dalam menjalankan bisnis, pria penggila dan penggiat sedekah ini mengaku banyak belajar dari dua tokoh yang dikaguminya, Dahlan Iskan, dan Ustad Yusuf Mansur.

Di luar kerja, pria murah senyum yang menyukai olahraga dan membaca ini banyak menghabiskan waktu untuk seminar motivasi, bedah buku dan mengelola yayasan di dekat rumahnya.

Bersama istrinya, Hj. Ninik, Mas Wantik tengah merintis sebuah pesantren dan PAUD, yang tak jauh dari rumahnya.

Buku karya Mas Wantik

Beberapa buku karya Mas Wantik adalah ‘Wong Kang Soleh Kumpulana’. Buku ini sebagian besar berisi ringkasan kajian rutin tiap Rabu malam di yayasan Manba’ul ‘Ulum miliknya dengan narasumber utama, Ustad Abdul Karim, S.H.I.; al Hafidz

Dalam buku ini, Mas wantik merangkum lebih dari 30 materi, antara lain ialah Islam, Jadilah Orang Wajib, Lisan, Hati dan Tindakan, Orang Baik, Tasawuf, Niat Baik, dan masih banyak materi keislaman yang disampaikan.

Sebelumnya Mas Wantik pun juga menulis buku yang berjudul ‘Yang Terucap Yang Tertulis’, buku ini berisi tentang pelajaran-pelajaran hidupnya yang bisa dipetik dari setiap kejadian yang dialaminya. Buku ini merupakan kumpulan dari beberapa postingan yang telah diunggah di website pribadinya.

Buku ini cocok untuk dibaca oleh para pembaca yang ingin asupan motivasi untuk berubah ke arah yang lebih baik.

Selain dua judul diatas, Mas Wantik juga pernah menulis buku tentang perjalanan selama ia menunaikan ibadah haji, buku tersebut adalah ‘Semua Orang Bisa Naik Haji’.

Buku ini bercerita tentang perjalanannya berhaji yang dikemas dengan bahasa yang sangat personal dan sederhana.

Dalam buku tersebut Mas Wantik tak hanya menceritakan ritual ibadah yang dilakukannya, ia juga merekam rupa-rupa cerita tentang manusia dan berbagai kejadian yang ditemuinya.

Pengalaman berhaji Mas Wantik dan segala serba-serbi seputar haji inilah yang diharapkannya dapat mendorong para pembaca untuk mengubah cara pikir tentang berhaji yang kadung dicap sulit dan eksklusif.

Dengan adanya tiga buku karyanya tersebut, ia berharap bisa menginspirasi siapa saja. Menurutnya, hal serupa bisa dilakukan oleh siapa saja. Bisa jadi, hal-hal yang tampak biasa saja disekililing anda, sebenarnya bernilai hikmah yang dapat ditulis dan diberitahukan kepada orang lain agar lebih bermanfaat.

Ia berharap, buku ini bisa menjadi bagian dari perjalanan, pengingat tatkala lupa, dan penyemangat untuk selalu berbuat baik kepada siapapun dan di mana pun. Ketiga buku Mas Wantik tersebut bisa didapatkan di website pandivabuku.com