Terpilih Menjadi Ayah GenRe, Bupati Karanganyar: Hidup Harus Terencana

(Foto: Diskominfo Karanganyar)

Karanganyar – Badan Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (BP3AKB) Kabupaten Karanganyar melakukan sosialisasi program GenRe (generasi berencana) di gedung kelurahan Tegalgede, Selasa (19/11/2019). Bersamaan dengan itu, dikukuhkan pula Bupati Karanganyar Juliyatmono beserta istri sebagai ayah dan bunda GenRe.

Sosialisasi program GenRe terus dilakukann Badan Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana. Kepala BP3AKB Kabupaten Karanganyar Ani Indriastuti mengatakan program GenRe (generasi berencana) merupakan program ketahanan keluarga terencana mulai dari pendidikan, karir, hingga pernikahan. Program ini memiliki tujuan supaya para orang tua mampu menciptakan generasi berperilaku sehat dan terencana. “Program GenRe sendiri merupakan upaya membentuk generasi muda yang mampu mempersiapkan perencanaan masa depan, salah satunya adalah persiapan mengelola keluarga,” ujarnya, dikutip dari situs resmi Pemkab Karanganyar.

Apresiasi juga datang dari Kepala BKKBN Pemprov Jateng, Wakino terhadap program GenRe di Kabupaten Karanganyar. Pasalnya, program ini diharapkan mampu menjadi media pengendali bagi remaja untuk menghindari gaya hidup tak sehat. Pemberian pemahaman mengenai perencanaan keluarga sehat dan mandiri akan memungkinkan munculnya generasi beradab yang mampu membangun bangsa dan negara lebih baik.

Senada dengan itu, Bupati Karanganyar Juliyatmono mengungkap bahwa pihaknya juga menyambut positif program generasi berencana. Bupati pun meminta para generasi muda dapat mengisi waktu dengan kegiatan positif dan bermanfaat, serta mengimbau para orang tua agar mampu menjadi teladan bagi anak-anaknya. “Hidup harus terencana dengan baik. Para orang tua pun harus mampu menjadi panutan serta menjaga anak agar terhindar dari gaya hidup dan pergaulan tak sehat,” pesannya.

Perangi Kenakalan Remaja dan Nikah Dini

Program GenRe adalah program yang dikembangkan dalam rangka penyiapan kehidupan berkeluarga bagi remaja melalui pemahaman tentang Pendewasaan Usia Perkawinan sehingga mereka mampu melangsungkan jenjang pendidikan secara terencana, berkarir dalam pekerjaan secara terencana, serta menikah dengan penuh perencanaan sesuai siklus kesehatan reproduksi. Dalam laman resminya, Program GenRe mendeklarasikan sebagai program yang mengedepankan pembentukan karakter bangsa di kalangan generasi muda. Program GenRe merupakan wadah untuk mengembangkan karakter bangsa karena mengajarkan remaja untuk menjauhi Pernikahan Dini, Seks Pra Nikah dan NAPZA guna menjadi remaja tangguh dan dapat berkontribusi dalam pembangunan serta berguna bagi nusa dan bangsa.

Untuk mencapai tujuan di atas, maka di dalam program GenRe dikembangkan materi-materi di antaranya adalah Kesehatan Reproduksi Remaja, Life Skill, Penyiapan Kehidupan Berkeluarga, serta Kependudukan dan Pembangunan Keluarga. Program GenRe dilaksanakan melalui pengembangan Pusat Informasi dan Konseling (PIK) Remaja dengan pendekatan dari, oleh dan untuk remaja sesuai dengan kecenderungan remaja yang lebih menyukai bercerita tentang permasalahannya dengan teman sebaya.

Saat ini, tercatat PIK Remaja berjumlah sekitar 23.579 dan tersebar di 34 Provinsi yang diharapkan menjadi wadah bagi remaja untuk berkumpul, berbagi cerita, berkreatifitas, dan saling tukar informasi. PIK Remaja dikembangkan melalui jalur pendidikan dan masyarakat. Jalur pendidikan meliputi sekolah, perguruan tinggi, dan pesantren. Di jalur masyarakat di antaranya melalui organisasi kepemudaan, organisasi keagamaan, dan komunitas remaja. Kedua jalur tersebut merupakan sasaran yang penting untuk mendekati komunitas remaja. Sebagaimana tujuan awal BKKBN ketika mengembangkan Program Generasi Berencana (GenRe) dalam rangka merespon permasalahan remaja saat ini, diharapkan GenRe dapat menjalankan fungsinya dengan baik dan maksimal.