TBM Keprabon dan LPM Pabelan Berkolaborasi Gerakkan Literasi Media

Keprabon,- Memahami realitas dari berbagai informasi tentunya membutuhkan panduan yang tepat. Apalagi jika itu berkaitan dengan dunia anak-anak. Maka, sudah sewajarnya kalau literasi media diberikan sebagai bekal pemahaman anak-anak kala bersentuhan dengan arus informasi yang bersliweran.

Ketika kesadaran tentang hal itu mulai membuncah, tak ada jalan lain selain mengeksekusinya dalam format kolaborasi. Di sisi lain, sebagai dua lembaga yang memiliki kutub bidang yang berbeda, ternyata Taman Baca Masyarakat (TBM) Keprabon dan Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Pabelan UMS punya irisan dalam satu kepentingan edukasi, yakni literasi media untuk anak-anak.

Karenanya pada hari Jumat (14/11), literasi media yang digelar TBM Keprabon bersama LPM Pabelan diselenggarakan dengan kesadaran dan tujuan yang seragam. Kegiatan ini juga buah dari diskusi bersama kedua belah pihak. Kesadaran ihwal fungsi sosial yang dimilki kedua lembaga ini terjadi. Tujuan lainnya, kedua lembaga ini ingin bergerak sesuai kapasitas yang dimiliki awak-awaknya, yaitu mahasiswa yang mengemban tri dharma perguruan tinggi.

Kegiatan ini tidak berlangsung lama, hanya dua setengah jam efektif dari pukul 16.00 sampai 18.30. Namun, waktu efektif itu tetap memberi manfaat bagi anak-anak di lingkungan Keprabon. Kegiatan di acara itu, seperti menggambar, storytelling, dan pemahaman informasi, memberi cerita yang khas bagi aktivitas di kawasan tersebut.

Anang Kusuma, selaku mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Surakarta yang juga koordinator TBM Keprabon mengatakan jika acara ini bisa digelar berkat kesadaran dan kemauan bersama. Pasalnya, tanpa adanya kesadaran mengenai wabah yang menyertai dunia informasi, mungkin saja substansi acara tak tersampaikan. Sama halnya kalau kemauan tak terbetik di antara kedua lembaga, bisa jadi acara ini tak jadi terselenggara.

“Harus ada kesadaran dan kemauan. Dan ini adalah bentuk kepedulian kami kepada dunia literasi dan apa yang ada di sekitarnya. Termasuk masyarakat,” tutur Anang.

Kepedulian terhadap kecenderungan konsumsi informasi anak-anak juga jadi perhatian para penggerak TBM Keprabon. Anang sendiri juga mengungkapkan perlunya acara seperti ini berkelanjutan dan tidak sekadar mengundang perayaan semata. Sehingga, inti dari kekhawatiran publik terhadap kecenderungan zaman bisa teratasi dengan kegiatan yang kolaboratif.

“Kuncinya ada di gerak dan eksekusi. Pikiran kita harus tertuang dalam bentuk gerakan. Dan ini juga bentuk gerakan. Bukan hanya berkutat di dalam percakapan yang mentok,” ujar Anang.

Rizki Setyo, selaku Pemimpin Umum LPM Pabelan mengatakan acara ini sangat berguna bagi anggota Pabelan, agar implementasi dari tri dharma perguruan tinggi yang salah satunya menyatakan pengabdian masyarakat dapat tersampaikan lewat institusinya. Sebagai sebuah lembaga yang bergerak di bidang media, dan jurnalistik, Rizki mengakui lembaganya tidak bisa sekadar menjadi menara gading. Jadi, kontribusi kepada anak-anak Keprabon adalah bentuk komitmen terhadap bidang yang digeluti oleh LPM Pabelan.

“Perlu ada acara seperti ini. Kalau tidak, kita terjebak pada rutinitas yang menjebak. Padahal dunia luar lebih membutuhkan kita juga. Intinya kita mencoba menyapa masyarakat,” ujar Rizki.

Solidaritas organik yang muncul dari TBM Keprabon dan LPM Pabelan merupakan sebentuk contoh bagaimana kolaborasi dapat menghasilkan suatu tindakan yang berimplikasi positif bagi masyarakat. Memang, hasilnya tidak dapat dituntut dalam waktu yang singkat. Ada proses yang berliku sebelum hasilnya menjadi konkret. Maka, berangkat dari persoalan itu, kunci pengabdian masyarakat terletak pada kata proses.

Foto : Dokumentasi pribadi