Targetkan Kabupaten Sehat 2020, Dinkes Klaten Deklarasikan ODF

Dinkes Klaten launching aplikasi Matur Dokter di alun-alun Klaten, Minggu (17/11/2019). (Foto: Pemkab Klaten)

Klaten – Dalam Rangkaian Hari Kesehatan Nasional (HKN) 2019, Dinas Kesehatan Kabupaten Klaten resmi melaunching aplikasi Matur Dokter di alun-alun Klaten, Minggu (17/11/2019). Aplikasi Matur Dokter Secara Resmi dilaunching oleh Bupati Klaten, Sri Mulyani, dan Kepala Dinas Kesehatan Dr. Cahyono Widodo, Dirjen Kementrian Kesehatan RI. Bupati Klaten Sri Mulyani berharap kegiatan terus berkelanjutan untuk memberikan pelayanan kesehatan secara gratis, mudah, dan cepat kepada masyarakat kabupaten Klaten.

Aplikasi Matur Dokter, dilansir situs resmi Pemkab Klaten, akan memudahkan masyarakat dalam mendapatkan layanan kesehatan. Sehingga ketika ada keluhan sakit, tim medis siap 24 jam dengan SDM-nya secara cepat, prima, murah, bahkan secara gratis membantu masyarakat. Aplikasi juga dapat digunakan untuk menyampaikan keluhan dari kediaman yang jauh dengan layanan kesehatan. Rangkaian HKN 2019 selain melaunching aplikasi juga sekaligus mendeklarasikan Open Defecation Free (ODF) dari Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah.

Kepala Dinas Kesehatan Prov. Jateng Yulianto Prabowo, yang diwakilkan oleh Sigit Armunanto Kepala Balkesmas Kab. Klaten mengapresiasi atas mewujudnya seluruh masyarakat kabupaten Klaten ODF. Pendekatan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) yang digunakan untuk program nasional pembangunan sanitasi di Indonesia, dipilih untuk memperkuat upaya hidup sehat dan mencegah timbulnya penyakit berbasis lingkungan. Lima pilar untuk penanganan adalah dengan stop buang air besar sembarangan, cuci tangan pakai sabun, pengelolaan air minum dalam rumah tangga, penanganan sampah rumah tangga, dan penanganan limbah cair rumah tangga. Dari jumlah 10.266.540 KK di provinsi Jawa Tengah yang sudah stop BAB sembarangan ada 92,73% dan masih 6, 83 %. Harapannya semoga dengan deklarasi ODF, kabupaten Klaten menjadi pemicu semua stakeholder mewujudkan perubahan pilar yang lain serta mewujudkan kabupaten Klaten yang sehat.

ODF Butuh Kesadaran Kolektif

Peghargaan datang dari Dirjen Kesehatan Masyarakat Kementrian Kesehatan RI, Dr. Kirana Pritasari kepada kabupaten Klaten dan masyarakatnya sebab upaya yang dilaksanakan untuk mengimplementasikan masyarakat hidup sehat serta program Indonesia sehat dengan pendekatan keluarga. Penghargaan tersebut disampaikan langsung kepada para kader kesehatan yang telah mendukung promotif dan prefentif, dengan adanya komitmen kader Matur Dokter yang mendukung upaya ini. Harapannya, kader terus semangat dan terus berjuang untuk memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat. Tahun ini 2019 Klaten mendeklarasikan ODF dan diharapkan tahun 2020 menjadi kabupaten sehat

Open Defecation Free (ODF) adalah kondisi ketika setiap individu dalam komunitas tidak buang air besar sembarangan, Pembuangan tinja yang tidak memenuhi syarat sangat berpengaruh pada penyebaran penyakit berbasis lingkungan, sehingga untuk memutuskan rantai penularan ini harus dilakukan rekayasa pada akses ini. Agar usaha tersebut berhasil, akses masyarakat pada jamban (sehat) harus mencapai 100% pada seluruh komunitas. Sedangkan Desa/Kelurahan ODF (Open Defecation Free) adalah Desa/kelurahan yang 100% masyarakatnya telah buang air besar di jamban sehat, yaitu mencapai perubahan perilaku kolektif terkait Pilar 1 dari 5 pilar Sanitasi Total Berbasis Masyarakat.

Satu komunitas/masyarakat dikatakan telah ODF jika semua masyarakat telah BAB hanya di jamban dan membuang tinja/kotoran bayi hanya ke jamban, tidak terlihat tinja manusia di lingkungan sekitar, tidak ada bau tidak sedap akibat pembuangan tinja/kotoran manusia, ada peningkatan kualitas jamban yang ada supaya semua menuju jamban sehat, ada mekanisme monitoring peningkatan kualitas jamban, ada penerapan sanksi, peraturan atau upaya lain oleh masyarakat untuk mencegah kejadian BAB di sembarang tempat, ada mekanisme monitoring umum yang dibuat masyarakat untuk mencapai 100% KK mempunyai jamban sehat, dan terdapatnya analisa kekuatan kelembagaan di Kabupaten menjadi sangat penting untuk menciptakan kelembagaan dan mekanisme pelaksanaan kegiatan yang efektif dan efisien sehingga tujuan masyarakat ODF dapat tercapai.