Surakartadaily.com Berikan Pelatihan Jurnalistik di Diklat LPM Balans

Surakarta- Bukan hal mudah bagi pers mahasiswa untuk mempertahankan produktivitas di zaman kiwari ini. Di tengah gempuran disrupsi dan juga ritme akademik yang intens, konsistensi pers mahasiswa mendapat ujian besar. Dengan seabrek persoalan itu, salah satu opsi mempertahankan konsistensi adalah lewat kerja sama yang saling membangun antara pers mahasiswa dan media-media terpercaya.

Pada Sabtu (17/11) redaksi Surakartadaily.com berkesempatan memberikan pelatihan jurnalistik kepada anggota LPM Balans FEB (Fakultas Ekonomi dan Bisnis) UMS. Kesempatan itu hadir saat LPM Balans mengadakan diklat jurnalistik bagi anggota-anggota baru. Acara diklat ini merupakan pendidikan lanjutan pasca anggota baru mengikuti proses perekrutan di awal semester. Diklat ini, berlangsung pada tanggal 15-17 November di kawasan Penumping, Laweyan.

Surakartadaily.com, lewat Zulfa Rahmatina selaku editor, menyampaikan materi penulisan feature. Materi penulisan ini disampaikan sesuai dengan kebutuhan redaksi LPM Balans. Urgensi lainnya, ialah agar jurnalis muda LPM Balans dapat menguasai teknik kepenulisan yang mumpuni dan juga relevan dengan kebutuhan pembaca.

“Feature itu salah satu karya jurnalistik yang awet, walaupun zaman terus berubah. Tapi penguasaan feature bisa didapat kalau kita rutin membaca buku. Pengasahan teknik kepenulisan ini bisa didapat kalau kita konsisten membaca dan latihan,” ujarnya.

Materi feature sendiri sangat berguna bagi karya jurnalistik yang membutuhkan lebih banyak detil cerita. Polesan yang tidak bisa dilakukan dalam model kepenulisan hard news bisa ditampung dalam teknik kepenulisan feature. Lewat penulisan feature pula, narasi-narasi dalam suatu kejadian bisa dinikmati lewat kemasan berita. Dan melalui feature, kisah-kisah humanis dapat dibaca tanpa tendensi menjadi polemik.

“Pembuatan feature memang tidak semudah membuat hard news. Tapi reaksi pembacanya juga berbeda. Pembaca feature akan lebih tersentuh ketika membaca tulisan ini. Beda dengan hard news yang mungkin saja hanya sepintas menikmatinya,” tuturnya.

Sementara itu, Pemimpin Umum LPM Balans, Adelia Rahmawati mengatakan, jika ini memang momen di mana pers mahasiswa mesti berkolaborasi dengan media luar agar terus eksis di kancah orientasinya. Ditambah, jika hasil kerja sama ini bisa meningkatkan kompetensi jurnalistik kader pers mahasiswa, tentu kolaborasi harus terus dilakukan.

“Kerja sama itu bagus. Dan kalau bisa harus, karna kalau kolabrasi kan ilmunya jadi bervariasi, apalagi ini bisa meningkatkan pengetahuan kader pers mahasiswa juga. Jadi tak ada salahnya juga,” ujarnya.

Saat ini, derasnya infomasi yang hilir mudik di jagad maya, memberi tantangan baru bagi pers mahasiswa. Adalah sebuah kewajiban bagi pers mahasiwa untuk lekas beradaptasi. Kolaborasi dan kerja sama adalah salah satu pilihan itu. Tanpa kemauan bekerja sama dan berjejaring, perubahan tak bisa datang dengan sendirinya.