Sate Kelinci Wakili Karanganyar di Festival Kuliner Nusantara De Tjolomadoe

(Foto: Instagram De Tjolomadoe)

Karanganyar – Kuliner khas Kabupaten Karanganyar turut serta memeriahkan Festival Kuliner Nusantara yang digelar di De Tjolomadoe Karanganyar, Kamis-Minggu (7-10/11/2019). Terselenggaranya festival tersebut diharapkan mampu mengangkat potensi kuliner dan olahan dari UMKM di Kabupaten Karanganyar.

Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) menyelenggarakan Festival Kuliner Nusantara. Kegiatan yang berlangsung selama empat hari tersebut menampilkan beraneka ragam display kuliner dan makanan khas daerah, food bazar, cooking competition, art performance, dan stand pameran berbagai kabupaten dari seluruh wilayah di tanah air.

Selain menampilkan produk-produk kerajinan dari sejumlah UMKM di Karanganyar, Pemkab Karanganyar dalam festival ini juga turut serta menampilkan beragam kuliner atau produk olahan makanan unggulan, salah satunya yakni sate kelinci. Tak pelak, apresiasi pun datang dari Bupati Karanganyar Juliyatmono yang mengatakan bahwa kegiatan festival tersebut mampu dijadikan ajang untuk mengangkat potensi makanan dan kerajinan dari masing-masing daerah.

“Semoga melalui event ini, produk makanan dan kerajinan UMKM dapat dikenal masyarakat. Sehingga ekonomi kreatif masyarakat terus berkembang,” katanya, sebagaimana dilansir dalam situs resmi Pemerintah Kabupaten Karanganyar.

Kembangkan Ekonomi Kreatif Lewat Wisata Kuliner

Pada dasarnya pertumbuhan ekonomi kreatif digerakkan oleh kapitalisasi kreativitas dan inovasi dalam menghasilkan produk atau jasa dengan kandungan kreatif. Kata kuncinya adalah kandungan kreatif yang tinggi terhadap masukan dan keluaran aktivitas ekonomi ini (Simatupang, 2019). Era ekonomi kreatif berlaku pula pada potensi kuliner yang dimiliki suatu daerah. Salah satu potensi wisata yang menarik untuk dikembangkan dan menjadi agenda bagi pemerintah setempat yaitu wisata kuliner. Selain tempat pariwisata, wisata jenis ini memiliki potensi dan dapat dijadikan sebagai daya tarik wisata. Wisata kuliner sangat berbeda dengan wisata umumnya, karena wisata ini lebih mengunggulkan makanan, kepuasan rasa, dan kekhasan suatu makanan atau sajian. Hal tersebut tentu terlepas dari keindahaan alam ataupun pernak-pernik lainnya.

Sebagaimana diungkap oleh Ketua umum APKASI Abdullah Azwar Anas, kegiatan Festival Kuliner Nusantara merupakan upaya untuk mengenalkan potensi produk-produk kuliner khas daerah sebagai salah satu media penggerak ekonomi kreatif. Terlebih, bidang kuliner jamak diketahui telah turut menyumbang pemasukan uang dan tenaga kerja yang cukup besar pada suatu wilayah. Kegiatan tersebut merupakan momentum yang tepat bagi tiap daerah dalam mengenalkan produk khasnya kepada masyarakat agar ekonomi kerakyatan terus menggeliat.

Ditambahkannya melalui festival ini diharapkan masing-masing UMKM di tiap daerah dapat terus berkembang pesat dan mandiri secara ekonomi. Tiap daerah pun harus memiliki kebijakan dalam mengenalkan dan melindungi produk UMKM di daerahnya. “Proteksi ekonomi daerah sangat penting. Karena ekonomi kerakyatan harus terus dikembangkan sebagai upaya pemerataan ekonomi,” pungkasnya.