Pojok Baca Dinas Arpus Sragen Raih Penghargaan BI Award Nasional

Bupati Sragen dr. Kusdinar Untung Yuni Sukowati di BI Corner Dinas Arsip dan Perpustakaan Kabupaten Sragen. (Foto: Humas Sragen)

Sragen – BI Corner atau pojok baca di Dinas Arsip dan Perpustakaan Kabupaten Sragen raih tiga besar penghargaan BI Award umum tingkat Nasional. Selain Kabupaten Sragen, tiga wilayah lain yang masuk dalam tiga besar adalah Surabaya dan Kalimantan Timur. BI Corner merupakan bantuan dari Bank Indonesia yang tersebar di 722 perpustakaan di seluruh Indonesia. Sementara BI Award adalah ajang tahunan yang terdiri dari empat kategori yakni umum, perguruan tinggi, SMA, dan PAUD.

Penilaian BI Award yang dilakukan Kamis, (31/10/2019), dinilai langsung oleh Tim Juri BI Corner Sragen di antaranya Asisten Direktur Departemen Komunikasi BI Pusat Agus Tri, Ketua Umum Asosiasi Pekerja Profesional Informasi Sekolah Indonesia (APPISI), Hana Catrin, dan Trini Haryanti dari Yayasan Pengembangan Perpustakaan Indonesia (YPPI).

Ada tujuh kriteria penilaian yang harus dipenuhi para calon peraih BI Award. Pertama, kata Trini Haryanti, adalah bagaimana BI Corner bisa jadi media komunikasi antara BI dengan masyarakat. Kriteria selanjutnya, dari sisi pengorganisasian. Dapat dilihat dari apakah ada petugas ataupun jobdesk khusus untuk menanganinya. Lalu mengenai manajemen sarana dan prasarana. “Lalu kegiatan di BI Corner, koleksi buku, pengelolaan pengunjung dan dampak BI Corner bagi masyarakat,” jelasnya, dikutip dari laman resmi Pemerintah Kabupaten Sragen. Selain memperoleh penghargaan, pemenang juga akan memperoleh hadiah uang binaan sebesar Rp 50 juta bagi juara pertama.

Sementara itu, Bupati Sragen dr. Kusdinar Untung Yuni Sukowati menyampaikan, komitmen Bank Indonesia untuk mencerdaskan masyarakat sejauh ini sangat bagus. Ia mengapresiasi beberapa tempat umum yang telah tersedia BI Corner seperti airport, stasiun hingga terminal. Keberadaan BI Corner di Sragen sendiri dirasa sangat bermanfaat bagi masyarakat. “Ini merupakan program CSR BI untuk mencerdaskan masyarakat,” kata Bupati Yuni. Terakhir, Yuni berharap jika BI Corner tidak hanya tersedia di perpusda, namun sampai tingkat kecamatan bahkan desa.

Upaya Peningkatan Minat Baca

Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan Kabupaten Sragen Parsono mencatat bahwa dalam sehari, perpustakaan dikunjungi sekitar 60 orang. Sebagian besar pengunjung, menurutnya adalah pelajar dan mahasiswa. Mengenai koleksi buku Perpustakaan Kabupaten Sragen memiliki koleksi sebanyak 1.270 buku. Hanya saja, pihaknya belum bisa meminjamkan buku tersebut lantaran keterbatasan jumlahnya Tak hanya buku, BI Corner juga menyediakan komputer yang bisa dimanfaatkan pengunjung.

Minat baca masyarakat Indonesia dinilai masih rendah dibandingkan dengan negara-negara lain. UNESCO mencatat pada 2012 indeks minat baca di Indonesia baru mencapai 0,001 artinya dalam 1000 orang hanya ada satu orang yang berkegiatan membaca. walaupun mungkin ketidaktertarikan pada kegiatan membaca tidak hanya karena minat baca yang minim tapi juga karena ketersediaan buku yang bisa merangsang mereka untuk membaca memang kurang. Oleh karena itu perlu ada upaya-upaya yang serius untuk meningkatkan minat baca yang bisa dimulai dari menumbuhkan kegemaran membaca sejak dini dalam keluarga. Upaya-upaya meningkatkan tingkat minat baca masyarakat harus dilakukan secara bersama-sama semua pihak. Dalam hal ini pihak yang paling berkompeten adalah pemerintah, perpustakaan, pustakawan, dan masyarakat.

Pemerintah harus segera merealisasikan pengembangan sistem nasional perpustakaan sebagai upaya mendukung sistem pendidikan nasional, menjamin kelangsungan penyelenggaraan dan pengelolaan perpustakaan sebagai pusat sumber belajar masyarakat, menjamin ketersediaan layanan perpustakaan secara merata di tanah air, menjamin ketersediaan keragaman koleksi perpustakaan melalui translasi, transliterasi, transkripsi dan transmedia, menggalakkan promosi gemar membaca dan memanfaatkan perpustakaan, meningkatkan kualitas dan kuantitas koleksi perpustakaan, membina dan mengembangkan kompetensi, profesionalitas pustakawan, dan tenaga teknis perpustakaan.

Sebagaimana diungkap Nafisah (2016) dalam Arti Penting Perpustakaan Bagi Upaya Peningkatan Minat Baca Masyarakat, perpustakaan harus mengembangkan dirinya menjadi perpustakaan yang ideal. Perpustakaan ideal harus memenuhi empat kriteria. Kriteria pertama, pengelola perpustakaan haruslah memiliki jaringan keluar (network) yang luas. Kedua, memiliki akses cepat, tepat dan mampu memberikan layanan secara maksimal. Ketiga, memiliki koleksi buku yang lengkap. Keempat, perpustakaan hendaknya memiliki agenda rutin (bersifat mingguan, bulanan atau tahunan) untuk mengadakan kegiatan diskusi, debat, seminar atau kegiatan sejenis untuk menambah daya tarik pengunjung.