Persiapkan Muktamar, Rektor UMS Gandeng Komandan TNI AU Adi Soemarmo

 

Rektor UMS Prof. Dr. Sofyan Anif, M.Si. di kantor Komandan Pangkalan TNI AU Adi Soemarmo, Senin (25/11/2019). (Foto: Humas UMS)

Surakarta – Rektor UMS Prof. Dr. Sofyan Anif, M.Si. berkunjung ke kantor Komandan Pangkalan TNI AU Adi Soemarmo, Senin (25/11/2019). Kunjungan ini bertujuan untuk menjalin kerjasama antara UMS sebagai tuan rumah Muktamar ke-48 Muhammadiyah dan Aisyiyah dengan Pangkalan TNI AU Adi Soemarmo. Dilansir dari akun resmi UM Surakarta, bentuk kerjasama yang dilakukan berupa dukungan penggunaan mess TNI AU, lokasi parkir bagi kendaraan tamu muktamar, pengaturan tamu-tamu VIP di Bandara Adi Soemarmo, dan lain-lain.

Pertemuan tersebut dimulai pukul 10.00 – 11.00 WIB. Dalam kunjungannya, Rektor UMS didampingi oleh Sekretaris Rektor Dr. Anam Sutopo, S.Pd., M.Hum., Kabag. Hukum dan Kesekretariatan Bambang Sukoco, S.H, M.H. “Kami sedang menginisiasi kerjasama dengan berbagai pihak untuk mensukseskan Muktamar ke-48 Muhammadiyah dan Aisyiyah di Surakarta mendatang. Tak terkecuali dengan Lanud Adi Soemarmo ini,” ujar Rektor UMS, sebagaimana siaran Umsofficial.

Gayung bersambut, Kolonel PnB Adrian Damanik selaku Komandan Pangkalan TNI AU Adi Soemarmo merasa terhormat mendapat kunjungan dari Rektor UMS dan siap membantu menyukseskan Muktamar sesuai porsi kewenangannya. “Suatu Kehormatan dapat kunjungan dari Rektor UMS dan panitia muktamar. Kami akan siap membantu sesuai porsi kewenangan kami,” ungkapnya kepada Rektor UMS.

Solo, Tuan Rumah Muktamar 48

Setelah tahun 1985, Solo kembali menjadi tuan rumah Muktamar Muhammadiyah ke-48 tanggal 1-5 Juli 2020. Jutaan warga Muhammadiyah diperkirakan akan menghadiri kegiatan yang dipusatkan di Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Jalan Ahmad Yani, Kartasura. Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Dahlan Rais mengatakan, penunjukan Kota Solo sebagai tuan rumah sesuai dengan turunnya Surat Keputusan PP Muhammadiyah Nomor 218/Kep/1.0/B/2017. Tema yang diusung dalam Muktamar kali ini adalah ‘Memajukan Indonesia Mencerahkan Semesta’.

Tema ini menurut Dahlan Rais dimaksudkan bahwa Muhammadiyah ingin memperluas misi kerahmatan sebagai gerakan Islam berkemajuan. Muhammadiyah berusaha senantiasa hadir untuk memandu arah perjalanan bangsa dan menyelesaikan berbagai masalah keumatan dan kebangsaan. Sejalan dengan keputusan Muktamar sebelumnya, Muhammadiyah berusaha memperluas kiprahnya di kancah dunia melalui kegiatan pendidikan dan kemanusiaan. Ditambahkan, dua hari sebelum Muktamar akan dilakukan sidang tanwir yang diikuti 224 Wakil Pimpinan Wilayah Muhammadiyah se-Indonesia.

Untuk menunjang kegiatan tersebut, panitia juga membangun gedung baru sebagai tempat sidang pleno bernama Edutorium. Gedung megah yang terletak di edupark tersebut mampu menampung 8.500 orang. Rektor UMS, Sofyan Anif menambahkan sebagai panitia penerima, pihaknya telah melakukan berbagai persiapan. Di antaranya adalah membangun gedung pertemuan yang menempati tanah 5,6 hektare. Gedung modern yang mirip Allianz Arena di Munich, Jerman tersebut menelan anggaran Rp 266 miliar. Persiapan lain yang juga dilakukan adalah terkait pengamanan. Selain Kepolisian, pihaknya juga melibatkan anggota Hizbul Wathon, Tapak Suci dan Kokam. Area parkir disiapkan di titik-titik strategis di sekitar lokasi. “Kita sudah undang hotel-hotel untuk berkoordinasi. Kita siapkan sekitar 10 ribu kamar untuk Muktamar besok. Seluruh hotel sudah kita booking,” pungkas Sofyan.

 

Add Comment