Pemkab Sukoharjo Galakkan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat

Peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-55 dengan tema Generasi Sehat Indonesia Unggul, di pendopo Graha Satya Praja (GSP), Senin (19/11/2019). (Foto: Pemkab Sukoharjo)

Sukoharjo – Pemerintah Kabupaten Sukoharjo mengadakan peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-55 dengan tema Generasi Sehat Indonesia Unggul, di pendopo Graha Satya Praja (GSP), Senin (19/11/2019). Peringatan tersebut merupakan suatu upaya promotif-preventif dalam melembagakan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas), dan dihadiri oleh perwakilan bupati hingga Kepala Dinas Kesehatan beserta jajaran Dinas Kesehatan mulai dari dokter hingga bidan yang ada di Kabupaten Sukoharjo.

Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) merupakan upaya dalam memberikan pemahaman kepada masyarakat akan arti penting perilaku dan lingkungan sehat, serta melakukan gerakan hidup sehat baik di lingkungan keluarga, tempat kerja, tempat umum dan fasilitas lainnya. Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sukoharjo, Agus Santosa mengapresiasi upaya promotif – preventif tersebut, menurutnya, stakeholder perlu mengusahakan kerjasamadengan baik dalam melakukan upaya-upaya inovasi untuk percepatan pembangunan kesehatan tanpa menyalahi aturan yang berlaku sesuai amanat Presiden, khususnya dalam mengentaskan stunting dan memperbaiki layanan kesehatan serta membenahi tata kelola BPJS Kesehatan serta penyediaan obat dan alat kesehatan lokal yang murah berkualitas.

Hingga saat ini, berbagai keberhasilan pembangunan kesehatan di Kabupaten Sukoharjo untuk pembangunan sumber daya manusia telah diraih oleh pemerintah daerah, ditandai dengan peningkatan umur harapan hidup, juga pelaksanaan isu-isu strategis yang menghasilkan perbaikan antara lain dengan menurunnya angka kematian ibu, menurunnya angka kematian bayi baru lahir, meningkatnya cakupan imunisasi, dan meningkatnya pengendalian penyakit menular seperti kasus TBC dan HIV.

Pemkab Beri Kesempatan Investasi

Sesuai amanat presiden dalam pelantikan kabinet Indonesia maju 2020-2024, perhatian pemerintah dalam kurun 5 tahun mendatang diprioritaskan pada pembangunan sumber daya manusia. Hal tersebut menegaskan arahan presiden Republik Indonesia bahwa ada isu kesehatan yang harus diselesaikan terkait pembangunan sumber daya manusia yang berkualitas yaitu permasalahan kematian ibu melahirkan, permasalahan gizi, juga permasalahan penyakit tidak menular dan penyakit menular.

Pembangunan kesehatan di Kabupaten Sukoharjo mulai terlihat geliatnya. Meningkatnya pendanaan untuk bidang kesehatan termasuk pembiayaan kesehatan untuk masyarakat miskin yang diintegrasikan dengan jaminan kesehatan nasional, juga tersedianya alat kesehatan sarana prasarana obat dan perbekalan kesehatan menjadi beberapa tandanya. Dengan meningkatnya kualitas sumber daya manusia kesehatan, pemerintah memberikan kesempatan bagi pihak ketiga untuk berinvestasi di bidang kesehatan sehingga dapat menambah semakin baiknya akses pelayanan kesehatan di kabupaten Sukoharjo. Selain itu, pemerintah daerah juga telah memberikan dukungan pada upaya kesehatan berbasis masyarakat untuk membantu insan kesehatan dalam memberikan akses yang cukup bagi upaya kesehatan masyarakat.

Sekda Sukoharjo Agus Santosa menyampaikan bahwa pemerintah telah memberikan dukungan penuh pada posyandu di seluruh kecamatan. Terdapat pula upaya pengadaan desa siaga, Pos Lansia, dan Posbindu di seluruh Kecamatan Kabupaten Sukoharjo. Terhadap penyandang disabilitas, pemerintah memberi dukungan dengan diadakannya sanggar difabel. Sebagaimana dilansir situs resmi pemkab, saat ini Sukoharjo telah menjadi kabupaten yang memiliki 100% Puskesmas terakreditasi.