Pemkab Sragen Beri Layanan Psikologis Pada Korban Bencana Angin Kencang

Bupati meninjau lokasi terdampak bencana angin kencang. (Foto: Humas Sragen)

Sragen – Bencana angin kencang yang mengakibatkan atap aula SMK Negeri 1 Miri roboh menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Sragen. Pada kesempatan itu, Wakil Bupati Sragen Dedy Endriyatno menjenguk sejumlah siswa korban luka yang dirawat di Rumah Sakit Assalam Gemolong dan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Soehadi Prijonegoro Sragen, pada Rabu (20/11/2019) sore.

Wabup Dedy juga melihat secara langsung kondisi aula yang sudah rusak dan rata dengan tanah hingga menyebabkan 22 warga sekolah menjadi korban ambruknya atap aula model joglo tersebut. Saat menemui keluarga korban, Wabup Dedy menyampaikan Pemkab Sragen turut prihatin serta berharap para korban segera pulih, dan tidak mengalami trauma. Pemkab juga akan menanggung semua biaya pengobatankorban baik itu yang dirawat di Rumah Sakit Sragen maupun luar Sragen. “Saya ingin memastikan pelayanan perawatan rumah sakit maksimal bagi korban yang terluka,” jelas Dedy, sebagaimana dalam siaran resmi Pemkab Sragen.

Berdasarkan laporan yang diterima, Wabup mengatakan dari 22 siswa yang mengalami luka-luka tinggal 13 siswa yang dirawat di rumah sakit. Sebagian siswa dirawat jalan atau diperbolehkan pulang. “Ada 9 orang rawat jalan (7 orang di RSU Assalam, 2 orang di RSU Yakssi Gemolong), 13 orang rawat inap (7 orang di RSUD Soehadi Prijonegoro, 2 orang di PKU Solo, 3 orang di RS Karima Sukoharjo, 1 orang di Moewardi Solo),” paparnya.

Hujan lebat disertai angin kencang tidak hanya merusak aula SMK Negeri 1 Miri, tapi juga menumbangkan pohon dan membuat beberapa rumah warga rusak, termasuk waterboom Gemolong. Karenanya, Wabup mengimbau agar masyarakat lebih waspada dan berhati saat datang hujan deras disertai angin kencang.

Beri Trauma Healing

Pasca tragedi runtuhnya atap aula SMK Negeri 1 Miri akibat angin kencang disertai hujan deras hingga mengakibatkan 22 siswa mengalami luka-luka, Rabu (20/11/2019) sore, para korban terdampak angin kecang tersebut harus mendapatkan pelayanan trauma healing.

“Pelaksanaan trauma healing sangat penting untuk dilaksanakan, baik itu dilaksanakan Dinas Sosial maupun Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sragen,” ungkap Bupati Sragen dr. Kusdinar Untung Yuni Sukowati saat meninjau langsung kondisi aula SMK Negeri 1 Miri didampingi Sekda Sragen Tatag Prabawanto, Asisten III Simon Sri Yudhanto dan jajaran OPD terkait, Kamis (21/11/2019) siang. Bupati Yuni mengatakan, bencana angin kencang yang menerjang di sebagian wilayah Kecamatan Miri itu bisa menimbulkan dampak trauma khususnya bagi warga sekolah di SMK N 1 Miri.

Trauma healing bertujuan untuk menangani masalah psikologis seperti stress, ketakutan, dan trauma pasca bencana. Karenanya, trauma healing itu penting untuk dilaksanakan kepada anak-anak, untuk memulihkan rasa trauma mereka setelah sebelumnya melihat dan mengalami langsung kejadian traumatis. Pemulihan trauma terlebih pada anak-anak memerlukan dukungan keluarga dan orang dewasa di sekitarnya.

Terakhir, Bupati memberi apresiasi kepada seluruh pihak yang guyub rukun, cepat dan sigap melakukan tugas penanggulangan bencana. Ia juga menyampaikan syukurnya karena pelajar tetap masuk mengikuti proses pembelajaran. Pada hari pertama pasca kejadian, trauma healing dilakukan dengan dibimbingan oleh relawan. Para pelajar diajak bernyanyi bermain di dalam ruangan untuk memulihkan psikologis mereka.