Hadiri Kemah Ukhuwah Sragen, Kak Atikoh: Pramuka Ajang Pembentukan Karakter

Pembukaan Kemah Ukhuwah Wilayah VIII di halaman Taman Edukasi Ndayu Park Sragen, Senin (04/11/2019). (Foto: Humas Sragen)

Sragen – Satuan Komunitas (Sako) Pramuka Sekolah Islam Terpadu (SIT) Jawa Tengah gelar Kemah Ukhuwah Wilayah VIII di halaman Taman Edukasi Ndayu Park Sragen, Senin-Jumat, (04-08/11/2019). Kemah yang diikuti oleh 2.080 peserta yang terdiri dari siaga dan penggalang ini dibuka langsung oleh Ketua Kwartir Daerah (Kwarda) Jawa Tengah Siti Atikoh Supriyanti.

Upacara pembukaan dihadiri oleh, Ketua Majelis Pembimbing Sako Pramuka SIT Nasional Sukro Muhab, Ketua Umum Sako SIT Nasional Mohammad Zahri, dan Ketua Kwarcab Sragen Dedy Endriyatno. Dalam arahannya Kak Atikoh menyampaikan pramuka adalah ajang untuk saling mengenal dan berbagi ilmu serta mempererat tali persaudaraan. “Sangat positif, Pramuka sebagai pembentukan karakter dan pembekalan keterampilan hidup dan menumbuhkan rasa nasionalisme cinta tanah air dan bangsa,” terang Kak Atikoh yang sekaligus istri dari Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, dikutip di situs resmi Pemerintah Kabupaten Sragen.

Kak Atikoh berpendapat bahwa masalah negara akan rampung jika semua masyarakatnya memiliki jiwa pramuka. Pun dengan semakin banyaknya Sako (Satuan Komunitas) pramuka, tugas sebagai orang tua dalam mendidik anak dirasa menjadi semakin ringan. “Karena sendi- sendi kehidupan mulai dari bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, kehidupan bermasyarakat, bersosial, dan kepedulian terhadap lingkungan ada semua di jiwa Pramuka,” pungkasnya.

Senada dengan itu, Ketua Kwarcab Sragen Dedy Endriyatno, berharap melalui kegiatan kemah tersebut bisa memperkuat gerakan pramuka di Jawa tengah. “Kwarcab dalam hal ini ikut serta menyambut dan mendapat dukungan dari semua masyarakat Sragen,” terangnya. Pihaknya juga menyampaikan kegiatan skala provinsi ini menjadi keuntungan bagi Pemkab Sragen untuk mempromosikan Sragen dengan menampilkan nuansa lokal.

Rangkaian pembukaan ini juga dilaksanakan Pelantikan Majelis Pembimbing dan pengurus Satuan Komunitas Pramuka masa bhakti 2019-2023. Selain itu terdapat pula pertunjukan atraksi taekwondo dan semaphore yang memeriahkan pembukaan Kemah Ukhuwah Wilayah VIII Satuan Komunitas (Sako) Pramuka Sekolah Islam Terpadu (SIT) Jawa Tengah.

Dibentuk Sejak Dini

Pendidikan karakter sebenarnya sudah lama tertuang dalam undang-undang RI No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional pasal 3, tetapi bentuk pelaksanaannya belum jelas. Sehingga, pendidikan karakter sudah seharusnya menjadi kewajiban yang diberikan kepada peserta didik dalam segala satuan Pendidikan. Selain itu pula, penanaman dan pembentukan karakter sejak perlu dilakukan sejak dini. Jika karakter telah terbentuk dengan baik sejak dini maka untuk kedepannya sulit untuk mengubahnya lagi, oleh sebab itu sebisa mungkin karakter yang dibentuk merupakan karakter yang baik. Pembentukan karakter itu dapat dimulai melalui kegiatan kepramukaan.

Melalui Pendidikan kepramukaan kepada anak-anak sejak dini, anak-anak tidak hanya dibentuk karakternya sebagai sosok yang mandiri melainkan juga di didik memahami dan mengimplementasikan baik sikap bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, jujur, berani, kerja keras, dan sisi-sisi positif lain seperti yang terkandung dalam Dhasa Dharma Pramuka.

Kegiatan pramuka sangat bermanfaat dalam membentuk karakter anak, sebab dalam prosesnya, pendidikan dapat membangun kecerdasan, dan kepribadian anak menjadi manusia yang lebih baik. Dalam perspektif Islam, pendidikan karakter secara teoritik sebenarnya bahkan telah ada sejak zaman Islam diturunkan di dunia seiring diutusnya Nabi Muhammad saw untuk memperbaiki atau menyempurnakan akhlak atau karakter (Wahidah, 2018).