GN Lingkaran Bagikan BPJS Ketenagakerjaan Pada Pekerja Difabel

Penyerahan 70 kartu peserta BPJS ketenagakerjaan kepada pekerja rentan yang ada di Surakarta, di Rumah Dinas Wakil Wali Kota Surakarta, Kamis, (07/11/2019). (Foto: Pemkab Surakarta)

Surakarta – Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kota Surakarta, Rudy Yunarto, menyerahkan sebanyak 70 kartu peserta BPJS ketenagakerjaan kepada pekerja rentan yang ada di Surakarta, di Rumah Dinas Wakil Wali Kota Surakarta, Kamis, (07/11/2019). Acara tersebut merupakan perwujudan program dari BPJS ketenagakerjaan yang bernama Gerakan Nasional Peduli Perlindungan Pekerja Rentan (GN Lingkaran), di mana salah satu pekerja rentan di sini adalah para difabel.

Rudy Yunarto menerangkan bahwa program GN Lingkaran merupakan sebuah program untuk membantu para pemberi lapangan kerja yang tidak mampu untuk membayar iuran jaminan ketenagakerjaan. Istilah tenaga kerja rentan muncul dari hal tersebut, selain mereka juga mempunyai resiko dalam bekerja. “Kalau punya resiko siapa yang menanggung sedangkan mereka tidak mampu membayar iuran. Maka dari itu kita menginisiasi, mencari sumber dana, kita mencoba perusahaan-perusahaan swasta, perbankan atau lembaga manapun yang mereka mampu dan mempunyai CSR,” terangnya, dikutip dari laman BPJS Ketenagakerjaan.

Rudy menambahkan bahwa salah satu perusahaan besar di Jakarta yang bernama PT Batavia Prosperindo melimpahkan dana CSRnya ke Solo, yang kemudian dibagikan kepada 1000 tenaga kerja untuk membayar iuran BPJS ketenagakerjaan selama 3 bulan. “Ya, harapannya setelah 3 bulan ini mereka muncul kesadaran untuk bisa membayar iuran sendiri,” imbuhnya.

Harapkan Kepedulian Perusahan di Surakarta

Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan mulai menjalankan program Gerakan Nasional Peduli Perlindungan Pekerja Rentan (GN Lingkaran) di Kota Surakarta. Program tersebut bukan yang pertama kali secara nasional. GN Lingkaran muncul sebagai solusi untuk membantu para tenaga kerja difabel untuk membayar iuran.

Kepala BPJS Ketenagakerjaan atau Kantor Cabang BPJAMSOSTEK Surakarta Rudy Yunarto di sela penyerahan kartu kepesertaan kepada pekerja difabel di Rumah Dinas Wakil Wali Kota mengatakan pada program ini BPJS Ketenagakerjaan melibatkan perusahaan swasta untuk membayar iuran para pekerja rentan.

Rudy berharap CSR yang diberikan oleh perusahaan yang berasal dari Jakarta tersebut dapat menjadi contoh di Surakarta. Sehingga muncul kesadaran dari perusahaan-perusahaan untuk melakukan hal yang sama. “Dalam hal ini kami menginisiasi sumber dana dari mana. Kami mencoba perusahaan swasta, perbankan atau lembaga manapun yang mereka mampu dan punya dana CSR. Tolong sisihkan sebagian kecil untuk membantu mereka yang butuh. Kan di Solo banyak perusahaan besar. Kalau dapat 50-100/perusahaan kan lumayan. Sementara dari Dinas Sosial mau berapapun mereka sudah siap datanya,” harapnya.

Khusus untuk 1.000 penerima pekerja rentan di Solo ini merupakan sumbangan dari Batavia Prosperindo Aset Manajemen melalui BPJS Ketenagakerjaan. Iuran yang diberikan adalah selama 3 bulan dengan perlindungan dua program yaitu Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM). Selanjutnya diharapkan muncul kesadaran dari masing-masing peserta untuk bayar sendiri.

Add Comment