Gebyar Seni Warnai Peringatan Hari Disabilitas Pemkab Karanganyar

Karanganyar – Menyambut Hari Disabilitas Internasional (HDI) 3 Desember mendatang, Dinas Sosial menggelar Gebyar Seni penyandang disabilitas. Gebyar Seni penyandang disabilitas digelar di Monumen Bu Tien Soeharto, Jaten, Karanganyar, Rabu (27/11/2019). Dalam kegiatan ini, sejumlah kaum disabilitas menunjukkan kemahirannya di bidang seni.

Beragam kegiatan menyemarakkan acara mulai dari pertunjukkan seni tari, barongsai, pantomim hingga sosialisasi sim D untuk kaum disabilitas. Dalam kegiatan diikuti 350 peserta mulai dari kaum disabilitas petugas PMI dan kepolisian, turut hadir pula Bupati Karanganyar,Juliyatmono. Kepala Dinsos Karanganyar, Agus Heri Bindarto mengatakan kegiatan ini sebagai selain menyambut Hari Disabilitas Internasional, juga membuka wawasan masyarakat akan potensi para kaum disabilitas.”Kegiatan ini untuk memberikan pengetahuan pada masyarakat akan potensi dari kaum disabilitas, perlindungan hak kaum disabilitas dan menggugah kepedulian terhadap kaum disablitas,” katanya dalam siaran resmi Pemkab.

Sementara Bupati Karanganyar dalam sambutannya mengajak para kaum disabilitas tetap semangat dan bergembira di tengah keterbatsan fisik. Pemkab Karanganyar sendiri akan berupaya pembangunan fisik di Karanganyar akan ramah disabilitas sehingga dapat dimanfaatkan para kaum disabilitas. “Semua harus semangat. Kami akan mengusahakan membangun sarana dan prasarana yang ramah difabel,” janjinya. Pada kesempatan itu juga diserahkan bantuan berupa Kartu Identitas Anak (KIA), kaki palsu, kursi roda dan alat pendengaran untuk para penyandang disabilitas. Penyerahan bantuan dilakukan langsung oleh Bupati Karanganyar.

Difabel Punya Potensi

Kalangan disabilitas disebut memiliki potensi lebih di luar keterbatasan fisik. Kalangan terkait didorong mengembangkannya untuk berdikari. Di hadapan ratusan penyandang disabilitas dalam acara ‘Gebyar Seni Penyandang Disabilitas, Hari Disabilitas Internasional (HDI) di Monumen Jaten, Karanganyar, Rabu (27/11) sore, Bupati Karanganyar, Juliyatmono menyampaikan beberapa patah kata penyemangat kepada para difabel karena di hadapan Tuhan, setiap orang pada dasarnya sama. “Jangan merasa kecil hati. Justru kembangkan kebolehanmu. Tekuni dan jadikan itu caramu memperoleh rezeki halal. Misalnya, berkesenian. Lukisan difabel sangat bagus. Atau membuat kerajinan,” kata Juliyatmono.

Sejumlah regulasi telah diterbitkan untuk mendorong kemandirian disabilitas seperti perda No 12 Tahun 2018. Perda tersebut sebagai pengganti Perda No 6 Tahun 2014.  Menanggapinya, Bupati berjanji memberikan fasilitas bagi penyandang disabilitas agar mudah mengakses ruang publik. Selain itu memberi kesempatan bekerja bagi mereka di lingkup formal maupun non formal.

Kegiatan peringatan Hari Disabilitas Internasional dilakukan untuk memberikan pengetahuan pada masyarakat akan potensi dari kaum disabilitas, perlindungan hak kaum disabilitas dan menggugah kepedulian terhadap kaum disabilitas. Selain untuk menyambut HDI, kegiatan itu juga bertujuan membuka wawasan tentang potensi kaum difabel bahwa meski terbatas dalam beraktivitas, sebenarnya memiliki kelebihan lain seperti berkesenian, teknisi, dan sebagainya.

Add Comment