DLH Boyolali Kenalkan Keanekaragaman Hayati Lewat Poster

Lomba poster oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Boyolali di Kebun Raya Indrokilo Boyolali (KRIB) pada Kamis (14/11/2019). (Foto: Pemkab Boyolali)

Boyolali – Dalam rangka memperingati Hari Cinta Puspa dan Satwa, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Boyolali menggelar lomba poster di Kebun Raya Indrokilo Boyolali (KRIB) pada Kamis (14/11/2019). Lomba poster yang bertujuan untuk mendekatkan anak-anak ke dunia hayati sekaligus mengenalkan KRIB tersebut diikuti oleh sejumlah 182 peserta dari tiga kategori yakni SD/MI sebanyak 76 peserta, SMP/MTs sejumlah 49 pesera dan SMA/MA sebanyak 57 peserta.

Dengan mengambil tema “Keanekaragaman Hayati” mereka dapat membuat poster sesuai dengan kreativitas masing masing dengan tujuan agar mereka dapat mencintai lingkungan. Karena seperti diketahui, Kabupaten Boyolali memiliki KRIB yang terdapat berbagai jenis tanaman tanaman yang kini mulai jarang dijumpai di lingkungan sekitar. Kebun Raya Indrokilo merupakan kebun raya yang memiliki bermacam-macam spesies tanaman. “Biar anak-anak tahu tanaman tanaman apa yang ada di sini,” cetus ketua panitia lomba, Atik Rahmawati, dikutip dari situs resmi Pemkab Boyolali.

Peserta akan memperebutkan hadiah yakni trofi, piagam penghargaan, dan uang pembinaan. Juara I akan mendapat uang pembinaan sebesar Rp. 1.250.000, juara II mendapat uang Rp. 1 juta, dan juara III mendapat uang Rp. 750.000. Selain itu, tujuan diadakannya lomba yakni agar generasi muda sebagai penerus bangsa dapat mencintai dan peduli terhadap lingkungan, agar tidak terjadi lagi kerusakan alam akibat kebakaran hutan dan perusakan liar pada lingkungan hidup.

Mewariskan Mata Air

Diawali dari diskusi dan wacana mewariskan mata air, bukan air mata, akhirnya Kebun Raya Indrokilo resmi dibuka sebagai objek wisata berkonsep alam. Wisata alam di atas lahan seluas 8,9 hektar itu diresmikan pada Jumat, (3/5/2019). Selain sebagai objek wisata, Kebun Raya Indrokilo juga digunakan sebagai tempat konservasi. Pembangunan ini dilakukan demi mendukung konsep Boyolali menjadi water city, green city, dan smart city.

Objek wisata yang lahir dibidani oleh LIPI ini juga menyediakan sarana ruang terbuka hijau serta wisata penelitian dan pendidikan. Meskipun sudah diresmikan, pembangunan tidak serta merta berhenti. Bupati Boyolali Seno Samodro mengungkap bahwa pihaknya masih merancang kelanjutan pembangunan lainnya. Salah satunya adalah lukisan dalam replika Bahtera Nabi Nuh sepanjang 38 meter, juga perancangan agar Kebun Raya Indrokilo dapat dinikmati pada malam hari. Selama rentang waktu 4 tahun, pembangunan KRIB telah menghabiskan dana APBD Boyolali sebesar Rp. 40 miliar.

Kebun Raya Indrokilo sebagaimana disebut oleh Deputi Bidang Ilmu Pengetahuan Hayati LIPI, Enny Sudarmonowati, merupakan kebun raya ke-12 dari total sebanyak 39 kebun raya yang dikelola oleh LIPI. Adapun koleksi yang dimilikinya yakni sejumlah 6,707 tanaman yang terdiri dari 6 tema. Taman tematik buah lokal, paku-pakuan, koleksi labirin, tanaman obat dan konservasi, serta air bambu.