Dinkes Karanganyar Bagikan Alat Deteksi Dini Penyakit Tidak Menular

Sambutan Bupati Karanganyar pada acara Advokasi Posbindu PTM di Pendopo Rumdin Bupati, Senin (4/11/2019). (Foto: Diskominfo Karanganyar)

Karanganyar – Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Karanganyar memberikan alat deteksi dini penyakit tidak menular ke 140 desa/kelurahan di Rumah Dinas Bupati, Senin (4/11/2019). Melalui alat itu, masyarakat akan dapat lebih mudah memeriksakan kondisinya dan melakukan antisipasi sejak dini.

Alat deteksi dini yang dibagikan berisi pengukur tekanan darah, timbangan digital, serta pengukur digital untuk gula darah sewaktu asam urat dan kolesterol. Alat tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan merata meski terbatas. Misalnya dipinjamkan ke PKK, posyandu lansia dan di berbagai kesempatan perkumpulan warga.

Kepala DKK Karanganyar, Cucuk Heru Kusumo menyampaikan bahwa kegiatan pembagian alat deteksi dini penyakit tidak menular tersebut adalah kali kedua dan idealnya mampu menjangkau dusun-dusun. Menanggapi hal itu, Bupati Karanganyar Juliyatmono mengatakan peralatan yang sudah diterima kades, hendaknya didistribusi secara adil. “Itu bukan untuk kades. Tapi buat warganya. Jadi pergunakan secara bijak. Semoga bisa membantu warga membuat pilihan. Atasi sejak dini begitu tahu dirinya sakit,” ungkapnya, dikutip dari laman Pemerintah Kabupaten Karanganyar.

Terkait keragaman penyakit, Cucuk menerangkan bahwa dari seluruh penyakit yang ditangani medis, 21 persennya merupakan diabetes dan 26 persen hipertensi. Penyakit tersebut diketahui setelah muncul gejala penurunan kondisi tubuh. “Alangkah baiknya tahu kondisi itu sebelum memburuk,” tambah Cucuk. Sebelum acara penyerahan secara simbolis alat deteksi dini, para tamu undangan diminta memeriksakan diri di stan-stan tersedia. Dari 120 orang, sebanyak 72 di antaranya terdeteksi menderita kolesterol di atas ambang batas.

Sulit Disembuhkan

Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah melansir bahwa Penyakit Tidak Menular (PTM) adalah penyebab kematian terbanyak di Indonesia. Keadaan di mana penyakit menular masih merupakan masalah kesehatan penting dan dalam waktu bersamaan morbiditas dan mortalitas PTM makin meningkat merupakan beban ganda dalam pelayanan kesehatan, tantangan yang harus dihadapi dalam pembangunan bidang kesehatan di Indonesia. peningkatan PTM berdampak negatif pada ekonomi dan produktivitas bangsa.Selain itu, salah satu dampak PTM adalah terjadinya kecacatan termasuk kecacatan permanen.Faktor Risiko Penyakit Tidak Menular (PTM) tidak memberikan gejala bagi penderitanya.

PTM sangat sulit disembuhkan secara total apabila kondisi penyakit sudah sampai tahap akhir, beban biaya berobat pun sangat tinggi. Oleh karena itu upaya yang terbaik adalah dengan mencegah kejadian penyakit tidak menular melalui pengendalian faktor risikonya. Salah satunya dengan melakukan pemeriksaan/ screening, dan deteksi dini. Berdasarkan hasil screening/deteksi dini didapatkan pemetaan faktor risiko. Pemetaan ini guna memantau faktor risiko PTM seperti merokok, kurang makan sayur dan buah, kurang aktivitas fisik, konsumsi minuman beralkohol, stress, yang penting di waspadai agar tidak terserang PTM. Pengendalian faktor risiko PTM dapat dilakukan melalui perilaku CERDIK yaitu Cek kesehatan secara rutin, Enyahkan asap rokok, Rajin olahraga, Diet yang seimbang, Istirahat cukup, Kelola stress dengan baik. Salam CERDIK !