Dinkes Boyolali Kampanyekan Cegah Penyakit Menular Lewat Imunisasi

Seminar kader kesahatan di Gedung Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) Kecamatan Karanggede, Selasa (19/11/2019). (Foto: Pemkab Boyolali)

Boyolali – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Boyolali menggelar seminar kader kesahatan di Gedung Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) Kecamatan Karanggede, Selasa (19/11/2019). Kegiatan tersebut digelar untuk mengkampanyekan program imunisasi di semua sektor.

Ancaman penyakit terus berkembang dan menyerang masyarakat, khususnya pada usia anak-anak. Untuk mencegah generasi muda tertular penyakit, maka Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Boyolali memberikan imunisasi. Para kader kesehatan di eks kawedanan Wonosegoro berkumpul menerima informasi terkait pentingnya imunisasi bagi anak-anak. Pada kesempatan itu, Kepala Dinkes Kabupaten Boyolali, Ratri S Survivalina mengungkapkan bahwa kegiatan tersebut merupakan upaya pembekalan kepada kader kesehatan yang ada di daerah, sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan di masyarakat yang memberikan infomasi menyeluruh terhadap seluruh lapisan masyarakat. “Supaya capaian imuniasi di Kabupaten Boyolali khususnya di eks-Kawedanan Wonosegoro ini bisa tercapai 100 persen,” jelas Lina.

Lebih lanjut, kegiatan imunisasi merupakan satu-satunya upaya yang bisa memberikan perlindungan menyeluruh terhadap penyakit menular. Ada sembilan penyakit menular yang bisa dicegah dengan melakukan imunisasi. Kesembilan penyakit tersebut yakni tuberkulosis, campak, difteri, batuk rejan, tetanus, polio, hepatitis B, hemofilus influenzae dan rubella. “Ini harus kita kampanyekan terus supaya penyakit penyakit tersebut lenyap dari muka bumi Boyolali,” tandas Lina.

Imunisasi Libatkan Semua Sektor

Program imunisasi merupakan program yang dicanangkan di Indonesia. Sedari kecil, anak sudah mendapatkan imunisasi guna mempertebal kekebalan tubuhnya terhadap penyakit. Berbagai imunisasi pun diberikan hingga anak beranjak besar sehingga tubuhnya kuat melawan penyakit yang dewasa ini mulai bermacam-macam. Dari hal tersebut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Boyolali melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Boyolali terus berupaya mensosialisasikan pentingnya imunisasi. Salah satunya dengan pengadaan talkshow tentang imunisasi. Kepala Dinkes Kabupaten Boyolali, Ratri Surviva Lina mengatakan bahwa ternyata masih ada segelintir masyarakat yang mengabaikan kebutuhan imunisasi bagi buah hatinya. “Untuk itu kita upayakan lagi untuk membumikan bagaimana imunisasi ini semakin menjadi kebutuhan masyarakat. Karena semuanya sudah disediakan oleh pemerintah,” ungkapnya.

Upaya pensuksesan imunisasi kepada anak dilakukan pula oleh Tim Bias Puskesmas Mojosongo Kabupaten Boyolali, Rabu (13/11) yang bekerjasama dengan Bati Tuud Koramil 03/Mojosongo Kodim 0724/Boyolali, Pelda Edy Suwarsidi yang melaksanakan pendampingan kegiatan imunisasi Bias Campak yang ada di wilayah binaannya. Selain menjalin hubungan kerjasama antara Pihak UPT Puskesmas dengan Koramil 03/Mojosongo dalam hal kesehatan warga masyarakat wilayah Mojosongo, Kehadiran Babinsa dalam pelaksanaan imunisasi bias campak dimaksudkan sebagai pengganti orang tua agar murid-murid tidak merasa takut untuk dilakukan imunisasi. “Mungkin anak-anak Segan dengan TNI, sehingga mereka manut ketika dibujuk untuk diberi imunisasi,” ujar Pelda Edy Suwarsidi.

Data dari Direktorat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI menunjukkan sejak 2014-2016, terhitung sekitar 1,7 juta anak belum mendapatkan imunisasi atau belum lengkap status imunisasinya. Padahal, tujuan imunisasi adalah agar mendapatkan imunitas atau kekebalan anak secara individu dan eradikasi atau pembasmian sesuatu penyakit dari penduduk sesuatu daerah atau negeri. Sedikitnya 70% dari penduduk suatu daerah atau negeri harus mendapatkan imunisasi. Yang tidak kalah pentingnya adalah imunisasi ulang (booster) yang perlu dilaksanakan dalam waktu-waktu tertentu untuk meningkatkan kembali imunitas/kekebalan penduduk.