Bupati Karanganyar Imbau Tim P2TP2A Buka Layanan Digital

Pengukuhan pengurus Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) masa bakti tahun 2019-2022.

Karanganyar – Bupati Karanganyar mengukuhkan pengurus Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) masa bakti tahun 2019-2022 di ruang Podang I kantor Sekertaris Daerah kabupaten Karanganyar, Jum’at (15/11/2019). Dalam kegiatan tersebut, dilakukan pula sosialisasi mengenai puskesmas ramah anak dan sekolah ramah anak.

Perlindungan terhadap perempuan dari kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) harus dilakukan sampai tingkat desa. Terkait hal ini, kegiatan dilanjutkan dengan sosialisasi, advokasi, dan pendampingan dari berbagai pihak tentang perlunya pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak, sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

Dalam sambutannya, Bupati Karanganyar Juliyatmono menyampaikan bahwa terdapat beberapa masalah salah satunya mengenai hak anak. Hal yang kontradiktif sementara Kabupaten Karanganyar telah disebut sebagai Kabupaten Ramah Anak. Karenanya, sosialisasi di ruang publik di masing-masing desa tetap harus dilakukan. Penyediaan ruang bagi anak harus diprioritaskan. Menindaklanjuti hal tersebut, Bupati menyampaikan ingin membuat kantor sekertariat baru untuk P2TP2A dengan fasilitas yang nantinya akan meramaikan kantor tersebut, “Misalnya dikasih gedung teater untuk anak-anak biar riang gembira, bisa mengekspresikan diri tanpa ada batasan, atau hambatan dalam pikiran mereka,” tuturnya, sebagaimana disampaikan situs resmi Pemkab Karanganyar.

Pada tahun 2020, Pemerintah Kabupaten Karanganyar memberikan biaya sebesar 200 juta kepada P2TP2A untuk keperluan pembangunan kantor dan fasilitasnya, serta diharapkan nantinya bisa benar-benar membuat nyaman dan senang bagi anak-anak, hingga dapat mewujudkan kabupaten ramah anak sebagaimana sebenar-benar harapan yang diidealkan.

Gunakan Media Digital

Seiring berkembangnya Ipteks, Bupati Karanganyar imbau agar P2TP2A segera membuka layanan melalui media sosial. Ia mendorong tim P2TP2A Kabupaten Karanganyar memberikan layanan publik menggunakan aplikasi digital sehingga penanganan kasus bisa dilakukan secara cepat. Menurutnya, hal ini merupakan upaya pengurangan angka Kekerasan dalam Rumah Tangga (KDRT) yang ada di Karanganyar.

Kasus kekerasan dalam rumah tangga dewasa ini masih memiliki presentase yang tidak terlalu banyak. Hal ini disebabkan belum terbukanya lembaga untuk dikenal khalayak luas. Padahal, peristiwa sebenarnya dalam kasus ini laiknya fenomena gunung es. “Jadi perlu dipopulerkan sehingga ada keberanian bagi siapapun untuk melaporkan,” harap Bupati.

Bupati juga berharap agar korban didatangi, mempertimbangkan kondisi korban yang tidak memiliki keberanian dalam melapor, dan tidak memiliki akses ke luar karena ancaman dan intimidasi. Hal ini membuat sinergitas volunteer dalam hal pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan forum anak dalam upaya pemenuhan hak anak sangat diperlukan. Sementara itu, Ketua Tim P2TP2A Kabupaten Karanganyar, Siti Chomsiyah menyampaikan, perempuan dan anak harus diberikan perlindungan, baik itu terhadap kasus KDRT atau pemenuhan hak anak. Hal itu dilakukan melalui sosialisasi ke desa-desa sebagai upaya preventif.