BKKBN Gandeng Babinsa Gonilan Beri Pendampingan Pelayanan KB

Foto: Diskominfo Sukoharjo

Sukoharjo – Bintara Pembina Desa (Babinsa) Desa Gonilan Koramil 06/Kartasura Kodim 0726/Sukoharjo Serda Wahyudi melaksanakan kegiatan pendampingan pelayanan KB (Keluarga Berencana) di UPTD Puskesmas Kartasura di Pabelan, Rabu (20/11/2019). Diungkap Serda Wahyudi, hal tersebut merupakan salah satu bentuk pengabdian sebagai Babinsa untuk dapat mendorong masyarakat dalam menggunakan atau melaksanakan KB baik pria maupun wanita di wilayah binaannya.

Dalam upaya membantu Puskesmas di wilayah untuk mendorong pelaksanaan KB di masyarakat sebagaimana pada siaran resmi Pemkab Karanganyar, Bintara Pembina Desa (Babinsa) Desa Gonilan bekerjasama dengan Penyuluh Kependudukan, Keluarga Berencana, dan Pembangunan Keluarga atau Penyuluh KKBPK setiap saat memberikan penyuluhan kepada masyarakat tentang pentingnya program KB.

Untuk itu Babinsa juga harus bisa memberi contoh secara pribadi ikut menyukseskan program pemerintah, dua anak cukup melalui program KB. Danramil 06/Kartasura Kapten Inf Suroso di sela-sela kegiatan juga menyampaikan bahwa perlunya meningkatkan kerjasama antara Koramil dengan Puskesmas. Sehingga dalam pelaksanaan kegiatan senantiasa terjalin hubungan yang harmonis antara Babinsa, penyuluh Kependudukan Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga dengan petugas Puskesmas.

Program Kampung KB BKKBN Jateng

Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Jawa Tengah, saat ini tengah berfokus terhadap kualitas dari program kampung keluarga berencana (KB). Upayanya, beberapa kampung KB yang tersebar di Jateng akan dijadikan menjadi kampung KB bertaraf center of excellence (COE). Sehingga mampu menjadi percontohan bagi kampung KB lainnya.

“Kita menetapkan COE tingkat propinsi di tahun 2018 ada dua yaitu Kampung KB Gadis Kabupaten Cilacap, dan Kampung KB Duta Makmur Kabupaten Sukoharjo,” ujar Kepala Subbid Hub Antara Lembaga dan Bina Unit Lapangan BKKBN Provinsi Jawa Tengah, Nasri Yatiningsih, usai mengunjungi Kampung KB Kencana Sari, Desa Candisari, Kecamatan Banyuurip, Purworejo Kamis (17/10/2019), dilansir dari situs resmi BKKBN.

Di tahun 2019, pihaknya menetapkan 35 kampung KB COE. Dengan demikian, BKKBN mempunyai Kampung KB COE  sebanyak 37 kampung di Jawa Tengah. Ruang lingkup kampung KB yang sebelumnya ditingkat RW, bisa menjadi kampung KB tingkat desa, dengan menargetkan penguatan dan peningkatan kualitas. Nasri menambahkan, jika jumlah Kampung KB di Provinsi Jawa Tengah dalam laporan web BKKBN ada 1.940 yang tersebar di 35 kabupaten/kota.

Setiap kampung KB sendiri memiliki kurang dan lebihnya masing-masing. Walaupun di web masih 40 persen tapi ada kampung KB menurutnya telah berkembang sedemikian rupa, cukup bagus tetapi belum memaksimalkan website. “Hambatannya, biasanya penyuluh belum bisa memanagemen waktunya karena banyaknya yang perlu didampingi, sehingga tak bisa mengisi di web. Itu yang selalu kita dorong untuk penyuluh,” pungkas Nasri.

Add Comment