Berkat Pesona Lurik, SMAN 2 Klaten Sabet Piala Kemendikbud

Bupati Klaten Sri Mulyani bersama siswa SMAN 2 Klaten tim film dokumenter Pesona Keindahan Garis-garis yang Terpadu dalam Kain. (Foto: Diskominfo Klaten)

Klaten – Siswa SMAN 2 Klaten berhasil menyabet juara I Tingkat Nasional di perlombaan Gelar Karya Film Pelajar (GKFP) 2019 Kemendikbud berkat film pendek bergenre dokumenter mengenai pesona Lurik Klaten. Film yang berjudul Pesona Keindahan Garis-garis yang Terpadu dalam Kain tersebut mampu menyisihkan 217 karya dokumenter lainnya, dan mendapatkan trophy serta uang pembinaan sejumlah 20 juta rupiah.

Lurik yang diusung sebagai tema utama film dokumenter tersebut merupakan usulan dari pembina, Yusuf, untuk mengenalkan Lurik Klaten kepada khalayak dan menumbuhkan semangat kebhinekaan generasi millennial. “Selama ini banyak yang mengakui kalau lurik dari daerah lain. Kita mencari sejarahnya, dan bikin dokumenter itu, isinya mulai dari sejarah Lurik, perkembangan Lurik dari masa lalu, masa sekarang, dan masa yang akan datang,” jelas penulis skenario Film Pendek Pesona Keindahan Garis-Garis Yang Terpadu Dalam Kain, Danu Gunawan, dikutip dari situs resmi Pemerintah Kabupaten Klaten.

Mohammad Achfa sebagai sutradara film pendek ini menambahkan bahwa tujuan pembuatan film pendek adalah agar Lurik tidak punah. Proses produksinya selama satu bulan dalam mengembangkan idenya, proses produksi dua minggu untuk proses editing dan melengkapi visual yang kurang. Adapun tim pembuatan film pendek berjumlah 7 orang, yakni sutradara: Mohammad Achfa (kelas XII MIPA 6), script writer : Danu Gunawan (kelas XII IPS 3), narator: Ajeng, editor Hani, lighting Hanisa, artistik: Fidelis dan Naza.

Bupati Klaten Sri Mulyani turut mengapresiasi perolehan prestasi oleh siswa SMAN 2 Klaten tersebut. Menurutnya, hal itu merupakan prestasi membahagiakan bagi dunia pendidikan khususnya di Klaten dan Jawa Tengah, terlebih film tersebut diketahui dibuat secara otodidak dan menggunakan alat milik pribadi serta tambahan dari sekolah. Tim film SMAN 2 Klaten juga melakukan observasi dan mencari bahan dari beberapa pengrajin dari Pedan dan Cawas

“Film Dokumenter Kemendikbud RI ini ajang untuk anak-anak lebih kreatif dan mau melihat potensi wilayahnya masing-masing. Terima kasih kepada guru, dan tim yang sudah membuat film ini. Selamat dan Sukses. Keren!” pungkas Bupati Klaten. Kabar menggembirakan selanjutnya, film dokumenter tentang Lurik ini akan diperlombakan lagi di Festival Film Indonesia tanggal 12 November 2019.

Perlu Diberdayakan

Produk unggulan menggambarkan kemampuan daerah untuk menghasilkan produk, menciptakan nilai, memanfaatkan sumber daya secara real time, memberikan kesempatan kerja, menghasilkan pendapatan bagi masyarakat dan pemerintah, serta memiliki prospek untuk meningkatkan produktivitas dan investasi. Sebagai salah satu kota yang kaya akan potensi budaya, setidaknya pemerintah memiliki strategi pengembangan industri lurik sehingga menjadikanya produk unggulan daerah di Kabupaten Klaten.

Lurik Klaten pernah mencapai masa kejayaan di tahun 1960 sampai 1980-an. Salah satu keberhasilan usaha lurik di masa lampau tidak terlepas dari peran pemerintah melalui kebijakan dan dukungannya untuk perajin. Namun setelah itu mengalami kemerosotan yang menyebabkan banyak usaha tenun lurik gulung tikar (Widiastuti, 2017). Dalam perjalannannya, tekad para perajin adalah tetap mempertahankan usaha luriknya dan mengupayakan agar produknya dapat diserap oleh pasar secara maksimal. Salah satu upayanya adalah membentuk sebuah paguyuban yang telah dibentuk pada tahun 2014 dengan nama Cawas Lurik center (CLC).

Pemberdayaan para pengrajin melalui paguyuban data diusahakan dan diberi dukungan penuh. Paguyuban memungkinkan bagi para pengrajin agar berusaha untuk dapat “mengubah perilaku” khususnya dalam sikap dan keterampilan ketika menangani kerjasama dalam memproduksi lurik ke depan. Pemberdayaan diri yang dilakukan paguyuban juga bisa merupakan proses pengembangan diri yang setiap langkahnya bertujuan untuk mencapai kemandirian. Pemberdayaan dengan pelatihan- pelatihan dan penyuluhan dari dan untuk para anggota, dapat pula dijadikan sebagai media untuk meningkatkan kualitas diri. Sehingga bukan tidak mungkin, produk lokal yakni Lurik Klaten dapat bersaing bahkan di pasar global.