Pesan untuk ASN Milenial Kabupaten Klaten

Bupati Klaten Sri Mulyani dan Asisten Ekonomi dan Pembangunan Setda Klaten Purwanto Anggono Cipto. (Foto: Humas Klaten)

Tonggalan, Klaten – ASN harus bekerja sungguh-sungguh sesuai tugas pokok dan fungsinya masing-masing. Ada tugas yang belum selesai seperti mempertahankan laporan keuangan dengan predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP), meningkatkan predikat nilai Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP), juga termasuk Klaten Adipura. Pesan itu disampaikan Asisten Ekonomi dan Pembangunan Setda Klaten Purwanto Anggono Cipto saat pamitan memasuki masa purna tugas di Pendopo Ageng Rumah Dinas Bupati Klaten, Senin (30/9/2019).

Purwanto mengusulkan, ke depan dapat diterbitkan Peraturan Bupati (Perbup) tentan Reward and Punishment bagi ASN Klaten, dengan harapan mendorong kinerja ASN di Pemkab Klaten agar lebih baik lagi. Selain itu juga terkait penetapan zona integritas untuk mewujudkan Klaten sebagai Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM).

Kepada ASN milenial Klaten, Purwanto juga menyampaikan petuah sakral juru kunci Merapi Mbah Marijan: “Ajining manungso gumantung ing kewajiban lan tanggung jawabe”, yang artinya harga diri manusia tergantung pada kewajiban dan tanggung jawabnya dalam melaksanakan tugas. Ia kemudian mengisahkan pengalaman saat evakuasi bencana erupsi Merapi tahun 2010 silam.

“Saat itu ketika menjadi relawan bencana dan sempat menemukan rumah Mbah Marijan tinggal puing-puing disapu awan panas Merapi, ada tulisan yang tersisa di dinding rumahnya. Petuah Mbah Marijan itu penting diingat ASN di Klaten sebagai penerus jalannya pemerintahan,” terang Purwanto melalui rilis Pemkab Klaten.

Sementara itu, Bupati Sri Mulyani menyampaikan rasa terima kasih kepada ASN yang memasuki masa purna tugas. Dirinya berpesan bahwa pengabdian tidak semata-mata hanya dilakukan sebagai ASN, tetapi bisa juga dilakukan di manapun, kapanpun, asal didasari dengan rasa ikhlas dan semangat tinggi.

“Para pejabat yang purna tugas seperti Pak Purwanto ini supaya dijadikan contoh. Selama bekerja, beliau melakukannya dengan penuh tanggung jawab. Artinya setiap perintah dapat dilaksanakan dengan baik,” pesan Bupati.

ASN Milenial Harus Lebih Gesit dalam Membuat Terobosan

Banyak Aparatur Sipil Negara (ASN) yang memiliki kemampuan handal. Para ASN handal itu sudah tersebar di semua tingkatan pemerintahan. ASN milenial handal ini diharapkan bisa menyatukan langkah dan pemikirannya dalam membuat inovasi dalam melayani masyarakat. Inilah pesan yang pernah disampaikan oleh Menteri PAN-RB Syafruddin. Ia meminta para ASN untuk lebih gesit dalam membuat terobosan.

“Karena itu ke depan, kita mengharapkan satukan langkah dengan pemikiran supaya kita bisa lebih cepat, bisa lari, tidak hanya berjalan biasa. Kalau dulu berjalan di tempat, sekarang berjalan biasa. Ke depan kita harus lari, apalagi banyak sekarang banyak aparat-aparat handal menduduki tempat dan posisi yang handal,” pesannya.

Syafruddin kemudian berbicara soal perkembangan teknologi dan dunia digital. Dalam merespon hal tersebut, ia mendorong empat hal agar kualitas birokrasi menjadi lebih baik. “Paling tidak ada empat: bagaimana menata kelembagaan, bagaimana memacu reformasi birokrasi, bagaimana mendorong pelayanan publik, dan bagaimana membangun sumber daya yang handal,” terangnya.

ASN generasi milenial diharapkan terus mengembangkan diri, progresif, serta menyukai inovasi dan kreativitas, sehingga nantinya mampu menjadi penerus atau pemimpin atau pemangku kebijakan dalam rangka untuk mendukung kemajuan daerahnya masing-masing.

“Oleh karena itu, sebagai aparatur sipil negara dituntut untuk meningkatkan kedisiplinan, integritas, profesionalisme dalam pelayanan dan kinerja masing-masing. Selanjutnya dalam menjalankan pekerjaan senantiasa mengedepankan integritas tinggi untuk meraih kinerja terbaik,” tegasnya.