Lewat Entrepreneurial University, UNIBA Surakarta Adakan Pelatihan Pada Ibu PKK Desa Bolon

Pelatihan Pembuatan Pudding Art oleh UNIBA Surakarta kepada Ibu-ibu PKK di Dusun Tritis, Desa Bolon, Kecamatan Colomadu, Kabupaten Karanganyar, Sabtu (19/10/2019). (Foto: Humas UNIBA Surakarta)

Colomadu – Dalam mewujudkan visi misinya, Universitas Islam Batik (UNIBA) Surakarta mengusung spirit Entrepreneurial University, dan mengimbau civitas akademiknya untuk mengasah dan menularkan jiwa wirausaha, salah satunya melalui kegiatan pengabdian masyarakat. Kegiatan pengabdian masyarakat kali ini diusung oleh tim dosen dari program studi akuntansi Sari Kurniati, sebagai ketua tim, Yuli Chomsatu S, dan Agni Astungkara, sebagai anggota. Pengabdian tersebut bertema “Pelatihan Pembuatan Pudding Art sebagai Tambahan Income Keluarga pada Ibu-ibu PKK” di Dusun Tritis, Desa Bolon, Kecamatan Colomadu, Kabupaten Karanganyar dengan peserta ibu-ibu PKK setempat, Sabtu (19/10/2019).

Dari kegiatan yang digelar tersebut, tim pengabdian dari prodi akuntansi memberikan ilmu terkait motivasi berwirausaha, pengelolaan income keluarga, dan bagaimana cara menambah income keluarga melalui peluang usaha kuliner kekinian “puding art” dan puding olahan dari hasil pertanian setempat. Terkait pembuatan “puding art”, tim pengabdian menggandeng spesialis kuliner yang berkecimpung dibidang “puding art” yaitu Estininggar sebagai pengelola Dapur Esti Solo yang bergelut dibidang puding-cake-catering kekinian.

Sebagaimana dilansir situs resmi UNIBA, kegiatan pengabdian masyarakat menjadi salah satu upaya wujud nyata peran civitas akademik UNIBA untuk menggaungkan semangat berwirausaha sekaligus sebagai wujud peran dosen dalam sumbangsih keilmuannya agar bermanfaat untuk masyarakat. Adanya kegiatan pengabdian tersebut diharapkan ibu-ibu PKK setempat mempunyai motivasi lebih untuk berwirausaha sehingga mendapatkan tambahan penghasilan untuk keluarga, dan dapat meningkatkan taraf hidupnya. Selain itu, ibu-ibu PKK diharapkan dapat mengelola keuangan dengan bijak, dan dapat membidik peluang usaha yang kekinian misalnya puding art ini. Jika Ibu rumah tangga dapat bergerak maju menangkap peluang, maka kesejahteraan akan meningkat, dapat menggerakkan roda perekonomian keluarga yang akan berlanjut dari skala usaha mikro, kecil, kemudian menengah.

Cerdas Hadapi Era Ekonomi Kreatif

Pada dasarnya mahasiswa memiliki tiga peran, yaitu agent of change, agent of iron stock, and agent of social control. Peran tersebut harus dilaksanakan oleh mahasiswa untuk menciptakan keseimbangan sosial. Terlepas dari status mahasiswa, peranan yang diemban seorang mahasiswa bertambah yaitu menghadapi persaingan sumber daya manusia yang bertambah, teknologi yang semakin maju dan ekonomi kreatif.

Pesatnya perkembangan ekonomi kreatif di era sekarang menambah ketatnya persaingan bagi mahasiswa baik kreatifitas ataupun peluang pekerjaan. Sebagaimana diketahui, pertumbuhan ekonomi kreatif digerakkan oleh kapitalisasi kreativitas dan inovasi dalam menghasilkan produk atau jasa dengan kandungan kreatif. Kata kuncinya adalah kandungan kreatif yang tinggi terhadap masukan dan keluaran aktivitas ekonomi ini. Secara umum dapat dikatakan bahwa ekonomi kreatif adalah sistem kegiatan manusia yang berkaitan dengan kreasi, produksi, distribusi, pertukaran, dan konsumsi barang dan jasa yang bernilai kultural, artistik, estetika, intelektual, dan emosional bagi para pelanggan di pasar (Simatupang, 2018).

Kesadaran tersebut membuat Himpunan Mahasiswa Jurusan Manajemen (HMJM UNIBA Surakarta) menyelenggarakan Seminar Nasional bertema “FOUR POINT O FOR YOU (Mempersiapkan Generasi Muda Dalam Ekonomi Digital Kreatif Era 4.0)”. Tema tersebut memberikan gagasan mengenai 4 Point O yaitu (Opened, Opportunity, Observasi, dan  Operate).

Harapannya, dengan adanya seminar nasional tersebut dapat menambah wawasan  atau ilmu-ilmu baru mengenai Four Point O For You. Selain itu adanya harapan tentang semakin banyak generasi muda/mahasiwa yang tertarik dalam industri kreatif dan mampu sebagai penggerak perubahan ke arah bisnis dan kemandirian untuk Indonesia lebih maju.