Kuliner Kreatif Warnai Gelaran Jambore Pemuda Solo 2019

Malam apresiasi seni dan pentas komunitas jambore pemuda daerah tahun 2019 di Halaman Balaikota Surakarta, Jumat (25/10/2019). (Foto: Humas Surakarta)

Surakarta – Dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda, Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kota Surakarta mengadakan malam apresiasi seni dan pentas komunitas jambore pemuda daerah tahun 2019 di Halaman Balaikota Surakarta, Jumat (25/10/2019).

Sebagai ruang publik yang terbuka untuk warga setiap saat, wakil walikota Achmad Purnomo mengatakan bahwa pemerintahan sekarang semakin dekat dengan rakyat. Dalam sambutannya, Achmad juga berpendapat bahwa penataan Pendhapi Gede Balaikota dan pembongkaran pagar depan menjadikan Balaikota sebagai rumah rakyat lebih banyak manfaatnya.

Sebagaimana dikutip dari laman resmi pemerintah Kabupaten Surakarta, Achmad berpesan bahwa melalui semangat Sumpah Pemuda, para pemuda harus selalu menjaga dan memumpuk semangat gotong royong, menjaga kemajemukan dengan saling menghargai tanpa memandang suku, agama dan golongan.

Kegiatan Jambore Pemuda 2019 ini berbeda dari biasanya, sebab pada tahun ini, Dispora mengkombinasikan gelaran tersebut dengan kuliner kreatif Solo Foodtruck. Kuliner yang bersanding dengan pagelaran budaya tersebut terletak di sebelah utara panggung. Deretan food truck berjajar menjajakan berbagai makanan dan minuman, kontras dengan suasana Solo masa lalu yang berubah menjadi nuansa kekinian dengan hadirnya deretan kuliner kreatif.

Ekonomi Kreatif, Pilar Perekonomian Masa Depan

Kreativitas akan mendorong inovasi yang menciptakan nilai tambah lebih tinggi, dan pada saat yang bersamaan ramah lingkungan serta menguatkan citra dan  identitas budaya bangsa, begitu kata Presiden Joko Widodo. Menurut Presiden, kontribusi  ekonomi kreatif pada perekonomian nasional semakin nyata. Nilai tambah yang dihasilkan ekonomi kreatif juga mengalami peningkatan setiap tahun.

Pertumbuhan sektor ekonomi kreatif sekitar 5,76 %. Artinya berada di atas pertumbuhan sektor listrik, gas dan air bersih, pertambangan dan penggalian, pertanian, peternakan, kehutanan dan perikanan, jasa-jasa dan industri pengolahan. Yang perlu disadari, upaya dalam menggerakkan sektor ekonomi kreatif memerlukan kebersamaan dan sinergi dari semua pihak pelaku ekonomi kreatif. Salah satunya melalui temu kreatif  nasional yang melibatkan para pelaku industri dan ekonomi kreatif  untuk curah pikiran, curah gagasan, berbagi pengalaman, unjuk kerja, unjuk kreativitas untuk kemajuan sektor ini. Industri kreatif juga butuh sinergi dan kerjasama antara  para inventor dengan para investor. Sinergi ini akan mendorong karya-karya kreatif   mendapatkan nilai tambah yang lebih besar.

Tim Komunikasi Presiden dalam laman Kominfo memaparkan bahwa penyelenggaraan berbagai kegiatan pameran dagang, baik berskala nasional maupun internasional,diharapkan mampu mendorong tumbuhnya industri lain yang terkait, seperti peningkatan investasi, pengembangan usaha kecil, pendapatan devisa negara, dan lainnya. Para pelaku industri kreatif juga perlu diadakan pelatihan untuk meningkatkan kemampuan dan ketrampilan. Di bidang seni misalnya, pelaku industri kreatif juga harus bisa mendidik masyarakat dengan sajian kesenian yang memperhatikan aspek kualitas, bukan sekadar mengejar rating.