Boyolali Masuk Enam Besar Penilaian PHBS Tatanan Rumah Tangga Tingkat Jateng

Foto: Diskominfo Boyolali

Mojosongo – Kabupaten Boyolali masuk dalam enam besar penilaian Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) Tatanan Rumah Tangga Provinsi Jawa Tengah dengan melihat beberapa indikator. Dari 16 indikator yang harus terpenuhi, Boyolali terbukti sudah melengkapi beberapa indikator, seperti rumah tangga yang membuang sampah pada tempatnya, rumah tangga yang mencuci tangan dengan sabun, dan ibu hamil yang memeriksakan kehamilannya minimal empat kali selama masa kehamilan.

“16 standar indikator ini adalah salah satunya cuci tangan, tidak merokok, perilaku hidup bersih dengan PHBS, dan masih banyak lagi,” ujar Ketua Tim Penilai PHBS Tingkat Jateng Rita Ultrajani, dalam acara Evaluasi Pelaksana Terbaik PHBS Tatanan Rumah Tangga Tingkat Jateng 2019, yang digelar di halaman Kantor Kepala Desa Metuk, Kecamatan Mojosongo, Selasa (1/10/2019).

Dalam website resmi Pemkab Boyolali, Rita menyampaikan, pihaknya melakukan evaluasi langsung ke lapangan guna melihat implementasi PHBS di Kabupaten Boyolali sampai ke tingkat paling bawah atau grass root. “Ini merupakan evaluasi yang secara bertahap mulai evaluasi dari sisi RT masuk RW, kemudian masuk di desa. Desa masuk ke kecamatan, kemudian masuk ke kabupaten. Kabupaten masuk provinsi,” urainya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Boyolali Ratri Survival Lina mengatakan, PHBS di Kabupaten Boyolali sedang gencar dilakukan oleh pihak pemkab. Salah satunya yang sedang dikampanyekan yakni melalui Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) oleh Dinkes Boyolali. Melalui gerakan ini, pihaknya berharap dapat membudayakan hidup sehat bagi masyarakat Boyolali.

Dijelaskannya, Kegiatan PHBS di Kabupaten Boyolali mendapatkan respon positif dari masyarakat. “Sehingga respon ini ditangkap oleh tim evaluasi PHBS tingkat Jateng untuk diberi suatu penghargaan. Mereka kita usulkan untuk mengikuti penilaian dan saat ini sudah masuk ke dalam enam besar pelaksanaan PHBS terbaik se-Jateng,” terang Ratri.

Penerapan PHBS Tatanan Rumah Tangga

Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) merupakan esensi dan hak asasi manusia untuk tetap mempertahankan kelangsungan hidupnya. Hal ini selaras dengan yang tercakup dalam konstitusi organisasi kesehatan dunia tahun 1948, disepakati antara lain bahwa diperolehnya derajat kesehatan yang setinggi-tingginya adalah hal yang fundamental bagi setiap orang tanpa membedakan ras, agama, politik yang dianut, dan tingkat sosial-ekonominya. Menurut Maryuni (2013) Derajat kesehatan yang tinggi tersebut dapat diperoleh apabila setiap orang memiliki perilaku yang memperhatikan kesehatan.

Pengertian PHBS di tatanan rumah tangga yang tertuang dalam peraturan Menkes RI Nomor 2269/Menkes/Per/XI/2011 adalah: di rumah tangga, sasaran primer harus mempraktikan perilaku yang dapat menciptakan rumah tangga ber-PHBS, yang mencakup persalinan ditolong oleh tenaga kesehatan, memberi bayi ASI ekslusif, menimbang balita setiap bulan, menggunakan air bersih, mencuci tangan dengan air bersih dan sabun, pengelolaan air minum dan makan di rumah tangga, menggunakan jamban sehat, pengelolaan limbah cair di rumah tangga, membuang sampah di tempat sampah, memberantas jentik nyamuk, makan buah dan sayur setiap hari, melakukan aktivitas fisik setiap hari, tidak merokok di dalam rumah, dan lain-lain.

Marzuki, dkk (2016) menyebutkan banyak penyakit yang muncul akibat dari kurangnya perilaku hidup bersih dan sehat di tatanan rumah tangga. Salah satunya adalah penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD). Penyakit ini disebabkan oleh virus dengue yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes Aegypti dan Aedes Albopictus. Kedua jenis nyamuk ini terdapat hampir di seluruh pelosok Indonesia, kecuali daerah-daerah yang memiliki ketinggian lebih dari seribu meter di atas permukaan laut.

Kurangnya PHBS di tatanan rumah tangga juga berakibat timbulnya penyakit diare. Diare sampai saat ini masih menjadi masalah kesehatan dunia. Besarnya masalah tersebut terlihat dari tingginya angka kesakitan dan kematian akibat diare.

Kebijakan yang mengatur tentang PHBS saat ini adalah peraturan Menkes RI Nomor 2269/Menkes/Per/XI/2011 tentang Pedoman Pembinaan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat, menetapkan bahwa PHBS sebagaimana dimaksud pada Pasal 1 ayat 1 agar digunakan sebagai acuan bagi semua pemangku kepentingan dalam rangka pembinaan PHBS di tatanan rumah tangga, institusi pendidikan, tempat kerja, tempat umum, dan fasilitas kesehatan.

Add Comment