Pengabdian Politama Surakarta Bantu Tingkatkan Produktivitas Handicraft Warga Blanceran

Foto: Politama Surakarta

Karanganom – Politeknik Pratama Mulia (Politama) Surakarta melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat berupa penyuluhan, pelatihan, dan pemberian dukungan rekayasa mesin gergaji router dan gerinda di Kampung Butuh, Desa Blanceran, Kecamatan Karanganom, Kabupaten Klaten. Kegiatan ini merupakan wujud kolaborasi dosen Program Studi Manajemen Informatika dengan Mesin Otomotif dalam melaksanakan program kemitraan masyarakat dari Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti).

Ketua Tim Pengabdian Masyarakat Nuning Melianingsih mengatakan, pihaknya telah memberikan rekayasa mesin gergaji router dan gerinda pada 24 Juli dan sudah digunakan untuk produksi pembuatan kerajinan handicraft oleh warga setempat. Selain itu, pelatihan untuk menroperasikan dan merawat perangkat tersebut juga telah dilaksanakan pada 7 Agustus lalu.

Dijelaskannya, rekayasa mesin gergaji router dan gerinda ini merupakan alih teknologi serta metode untuk meningkatkan produktivitas para pengrajin. Mesin tersebut digunakan untuk menggergaji kayu, bambu, dan lain sebagainya, dalam proses pembuatan kerajinan tangan. Mesin tersebut dapat dikembangkan untuk kepasitas yang lebih besar dengan melakukan modifikasi pada beberapa bagian tertentu.

“Daya motor yang digunakan kecil. Sekalipun mesin ini memiliki berbagai keunggulan, namun beberapa kelemahan mesin pengolah juga ada,” kata Nuning.

Mendorong Geliat Ekonomi Desa

Kampung Butuh, Desa Blanceran, terletak di bilangan barat jalan Jogja-Solo antara Penggung-Karangwuni, termasuk dalam Kecamatan Karanganom, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Mayoritas warganya bermatapencaharian sebagai wiraswasta kreatif, yaitu dengan kerajinan handicraft. Usaha berjenis home industry ini telah lama ditekuni oleh masyarakat di desa setempat. Produk dari kerajinan handicraft sendiri sebenarnya bervariasi, akan tetapi produks yang paling diminati adalah jenis harley sepeda motor, kapal, dan mobil.

Kerajinan handicraft di Desa Blanceran termasuk usaha yang sudah berkembang sejak lama dan kini semakin ramai peminatnya. Namun, permasalahan yang dihadapi adalah mesin produksi berupa gergaji dan gerinda serta pembentuk profil masih sangat sederhana, sehingga jumlah produksinya terbatas. Padahal, pemesanan kerajinan tersebut tiap bulannya meningkat, sehingga banyak tenaga yang terpaksa bekerja lembur guna mencukupi permintaan pasar. Meski demikian, pesanan kerap tidak terpenuhi lantaran keterbatasan alat.

Begitu pula dari finishing produk masih memakai mesin gerinda yang sederhana, sehingga hasilnya kurang rapi dan tidak merata. Hal ini akan berpengaruh terhadap nilai jual dari kerajinan tangan itu sendiri. Di samping kurang efektif dan mengurangi tingkat produktivitas, kendala ini juga bisa berpengaruh pada nilai jual kerajinan.

Untuk itu, dengan adanya program pengabdian dari Politama Surakarta ini diharapkan dapat meningkatkan keterampilan warga setempat, guna mendukung produktivitas kerajinan handicraft. Dengan demikian, pendapatan para pengrajin pun bisa meningkat, sehingga mampu mendorong geliat ekonomi masyarakat desa. “Dengan program ini diharapkan dalam skala nasional akan meningkatkan pendapatan per kapita daerah,” harap Nuning.

Nuning juga berharap, setelah mendapatkan penyuluhan dan pelatihan, masyarakat dapat menularkan ilmunya kepada orang lain yang membutuhkan, serta memiliki motivasi untuk berwirausaha untuk menambah wawasan dan meningkatkan perekonomian masyarakat desa.

Add Comment