Desa Gentungan Akan Dicanangkan Sebagai Kampung Organik, Bupati: BUMDes Perlu Ditata

Bupati Karanganyar didampingi Asisten I dan Asisten II dalam acara audiensi dengan Kementerian Perekonomian dalam membahas perkembangan cluster padi di Kabupaten Karanganyar, Selasa (3/9/19). (Foto: Humas Karanganyar)

Mojogedang – Bupati Karanganyar Juliyatmono menyampaikan bahwa Desa Gentungan, Kecamatan Mojogedang, Kabupaten Karanganyar akan dicanangkan sebagai Kampung Organik. Untuk itu, Bupati mengimbau agar Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di desa setempat segera ditata sedemikian rupa, sehingga bisa mempermudah proses pendampingan dan pengelolaan hasil pertanian.

Hal ini disampaikan Bupati pasca pertemuannya dengan Kementerian Bidang Perekonomian dan Deputi Bidang Koordinasi Pangan dan Pertanian untuk membahas mengenai pengembangan cluster pangan dan pertanian, khususnya padi. Ia mengatakan, Di Desa Gentungan saat ini fokus dengan beras organik agar bisa menghasilkan beras dengan kualitas bagus dan harga jual tinggi.

“Pemerintah itu tugasnya membantu memfasilitasi agar ada nilai lebih bagi petani. Kampung organik insya Allah warganya sudah lebih melonjak dari sisi perekonomiannya dengan adanya beras organik di sana,” terang Bupati dalam keterangan tertulis di laman Pemkab Karanganyar.

Dirinya juga menekankan agar BUMDes di desa setempat segera ditata sedemikian rupa untuk mendukung proses penjualan hasil tani, pendampingan, dan membantu kelancaran pengelolaan hasil tani, sehingga bisa menjadi contoh daerah lain. “Teknologinya nyambung, masyarakatnya nyambung, kampungnya akan jadi kampung wisata pertanian di Gentungan,” tuturnya.

Dikatakan, pihaknya akan berusaha membantu mengatasi masalah yang dihadapi petani, walau nantinya harus membeli alat apapun dengan modal berapapun. Menurutnya, beras organik di Gentungan harus dihimpun dengan bagus dan tidak boleh dijual sendiri-sendiri. “Kalaupun natinya harus sedikit diberi sentuhan teknologi agar harga jual lebih naik lagi ya tidak apa, toh semua diupayakan agar harga jualnya tinggi,” imbuh Bupati.

Pemberdayaan BUMDes Melalui Kelompok Ekonomi Kewirausahaan

Keberadaan dan pengelolaan BUMDes seperti yang disinggung Bupati Karanganyar memang diharapkan bisa meningkatkan perekonomian desa. Dalam pengelolaan BUMDes, Mustanir (2019) memandang ada empat hal yang perlu dipikirkan bersama. Pertama, mengenali dan menggali potensi masing-masing desa dan mencari cara untuk mengelola potensi tersebut. Kedua, mendorong aliran dana CSR oleh swasta untuk mendukung permodalan BUMDes. Ketiga, mendorong munculnya inisiasi dari pemerintah desa. Keempat, mendorong peningkatan partisipasi masyarakat secara nyata. Dengan melakukan sedikitnya empat hal tersebut, setiap desa diharapkan mammpu memiliki BUMDes yang bisa turut menopang perekonomian masyarakat desa.

Selain itu, Mustanir juga memandang perlu adanya pemberdayaan BUMDes melalui kelompok ekonomi kewirausahaan secara partisipatif untuk mewujudkan kemandirian ekonomi desa melalui pengembangan kelembagaan dan pembedayaan pengelolaan usaha ekonomi masyarakat yang dilaksanakan dengan keterlibatan masyarakat, pemerintah, dan swasta sehingga semua stakeholder di desa berperan optimal dalam menumbuhkembangkan perekonomian desa.

Pemberdayaan dengan metode tersebut memiliki beberapa tujuan, antara lain: menguatkan kapasaitas kelembagaan lainnya guna meningkatkan perekonimian desa serta memperkuat pendapatan asli desa (PAD); meningkatkan kemampuan pengelolaan usaha lembaga ekonomi desa yang berbasis pada pengelolaan potensi desa sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan peluang pasar; mengembangkan kemitraan usaha dengan unit maupun kelompok usaha yang ada di desa dan luar desa.

Selain itu juga untuk mengembangkan modal usaha melalui penggalian dana masyarakat maupun kerja sama dengan pihak ketiga; menjadi tulang punggung pertumbuhan dan pemerataan ekonomi pedesaan; memperkuat sinergisme perguruan tinggi dengan stakeholder terkait dalam pembangunan desa; dan membentuk desa mandiri.

Dengan metode tersebut, maka akan menunmbuhkan cara pandang, pola pikir atau model pemberdayaan eknomi BUMDes yang bersifat holistik, dan upayanya lebih diarahkan pada pemberdayaan BUMDes itu sendiri.

Add Comment