Student Vaganza UNS Catat Rekor Gerakan Moral Kebangsaan dengan Bahasa Isyarat Terbanyak

UNS menerima penghargaan Rekor Gerakan Moral Kebangsaan dengan Bahasa Isyarat Terbanyak dari Lembaga Prestasi Rekor Indonesia Dunia (Leprid), Minggu (18/8/2019). (Foto: Humas UNS)

Jebres – Student Vaganza yang digelar sebagai acara penutup program Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Universitas Sebelas Maret (UNS) pada Minggu (18/8/2019) menorehkan rekor baru dalam gerakan moral kebangsaan dengan bahasa isyarat. Aksi ini merupakan bagian dari Sosialisasi Aksi Kebangsaan Mahasiswa UNS dengan mengangkat tema “Tangkal Radikalisme, Tegakkan Pancasila” dalam rangka peringatan HUT ke-74 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Dalam pemecahan rekor tersebut, UNS berkolaborasi dengan Gerak Cinta Merah Putih (GCMP) mengajak mahasiswa baru agar menyatakan komitmennya terhadap Pancasila, UUND 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika.

Ketua GCMP Maria Arbanu menerangkan, Lembaga Prestasi Rekor Indonesia Dunia (Leprid) merupakan suatu lembaga independen yang mencatat prestasi insan Indonesia secara profesional, akuntabel, dan transparan, serta bermartabat. Selain aksi gerakan moral kebangsaan dengan bahasa isyarat, dalam Student Vaganza juga terdapat aksi peluncuran lagu “Pancasila Jiwa Kita” karya tim GCMP, dan digelar pula yel-yel serta pantomim kebangsaan dengan tema yang sama.

“Peragaan bahasa isyarat ini merupakan salah satu cara dalam menanamkan semangat kebangsaan kepada para mahasiswa. Kami berharap dalam Student Vaganza ini dapat menjadi ajang bagi mahasiswa-mahasiswi baru UNS dalam menyebarkan semangat kebangsaan kepada seluruh pemuda-pemudi di seluruh tanah air,” terang Mari, dilansir dari situs resmi UNS.

UNS Ciptakan Lingkungan Pendidikan Inklusif

Lebih lanjut, Mari menjelaskan, tujuan umum dari aksi tersebut adalah untuk menanamkan dan menggelorakan semangat kebangsaan mahasiswa, serta mendeklarasikan penegakan ideologi Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tungga Ika. “Lalu tujuan khususnya yaitu untuk memecahkan Rekor Indonesia LEPRID untuk aksi kebangsaan tersebar yang melibatkan jumlah mahasiswa terbanyak,” lanjutnya.

Koordinator Tim Event PKKMB UNS 2019 Faisal menambahkan, tidak hanya untuk menyuarakan komitmen kesetiaan kepada Pancasila, UUD, 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika, namun dengan pemecahan rekor ini UNS juga ingin menyuarakan bahwa kaum disabilitas juga berhak untuk medapatkan kesetaraan, terutama dalam memperoleh hak pendidikan mereka.

“Jadi kami ingin agar rekor bahasa isyarat ini bisa menjadi kesempatan buat UNS menyuarakan kesetaraan atas teman-teman kita penyandang disabilitas. UNS harus mewujudkan dirinya sebagai kampus yang mampu menciptakan lingkungan pendidikan yang inklusif bagi mereka,” imbuh Faisal.

Add Comment