Peringkat Tujuh Nasional, Galeri Investasi FE Unisri Terima Penghargaan dari BEI

Dekan Fakultas Ekonomi Unisri Edi Wibowo menerima piagam penghargaan dari pereakilan Bursa Efek Indonesia di Laboratorium Galeri Investasi FE Unisri, Selasa (6/8/2019). (Foto: Humas Unisri)

Kadipiro – Laboratorium Galeri Investasi Pasar Modal Fakultas Ekonomi Universitas Slamet Riyadi (FE Unisri) mendapat penghargaan terbaik peringkat tujuh di tingkat nasional. Dekan Fakultas Ekonomi Unisri Edi Wibowo berharap penghargaan tersebut bisa memacu fakultas yang dipimpinnya untuk terus meningkatkan kualitas pembelajaran dan kualitas lulusan.

“Kita berharap mahasiswa dan alumni, serta dosen Fakultas Ekonomi Unisri menjadi investor handal di tingkat nasional dan internasional,” terang Dekan, dilansir dari laman resmi Unisri. Penghargaan tersebut diserahkan secara simbolis oleh perwakilan Bursa Efek Indonesia (BEI) M. Wira Adibrata kepada Dekan, bertempat di Laboratorium Galeri Investasi FE Unisri, Selasa (6/8/2019).

Pembina dan pengampu pasar modal Ririn Indrastuti mengatakan, dibukanya Galeri Investasi FE Unisri menjadi salah satu sarana bagi mahasiswa untuk mengembangkan diri belajar teori sekaligus mempraktikkannya langsung dalam berinvestasi. Untuk memudahkan mahasiswa dalam melakukan akses langsung ke pasar saham dan melakukan trading, pihaknya telah bekerja sama dengan PT. Pintraco Sekuritas.

Dengan demikian, lanjutnya, teori yang diperoleh dalam perkuliahan dapat dipraktikkan langsung, sekaligus mahasiswa dapat memperoleh income dari trading tersebut. “Agresifnya pertumbuhan income dan ketrampilan trading yang dilakukan mahasiswa mengantarkan galeri investasi mendapatkan penghargaan peringkat tujuh nasional dari Bursa Efek Indonesia,” tambah Ririn.

Penghargaan yang baru saja diperoleh FE menurutnya merupakan buah kerja sama yang dilakukan serta ketekunan mahasiswa dalam belajar menjadi ujung tombak kemajuan trading di galeri investasi. “Dalam waktu kurang dari satu tahun dibukanya galeri investasi Fakultas Ekonomi Unisri, angka trading yang dilakukan mahasiswa mencapai milyaran rupiah,” ujar Ririn.

Galeri Investasi, Mudahkan Mahasiswa Jadi Investor

Pasar modal bukan semata milik investasi berskala besar atau mereka yang sudah piawai selama bertahun-tahu, tetapi juga diperuntukkan bagi mahasiswa. Hal tersebut yang coba digarisbawahi oleh Kepala Pengembangan Wilayah BEI M. Khadafi saat mengajak mahasiswa untuk terlibat dalam pasar modal dengan menjadi investor.

Menurut Khadafi, mahasiswa memiliki banyak potensi dan cara untuk terlibat aktif sebagai investor, termasuk melalui fasilitas galeri investasi yang tersebar di sejumlah perguruan tinggi di Indonesia. “Manfaat ini akan lebih dirasakan ketika mereka sudah lulus kuliah dan memiliki pendapatan sendiri. Seperti diketahui, saham merupakan alternatif yang menjanjikan dalam memberikan pendapatan tambahan,” ujar Khadafi.

Capital Market Trainer dari BEI Banten Aldiansyah Akbar mengatakan, ada beberapa faktor yang mendorong mahasiswa sebaiknya memulai berinvestasi. Di antaranya, tingkat inflasi di Indonesia tiga hingga empat persen yang menyebabkan harga produk terus mengalami kenaikkan. Ia memberikan contoh, burger di salah satu gerai fast-food yang memiliki harga Rp 4.600 pada 1997, kini dijual dengan harga Rp 32.500. Selama 21 tahun, terjadi peningkatan 600 persen.

Kondisi ini kontras dengan tingkat pendapatan yang cenderung tetap atau kenaikannya tidak sesignifikan inflasi. Oleh karena itu, Aldi menjelaskan, mahasiswa sudah sepatutnya mengubah pendapatan tetap menjadi investasi saham jangka panjang untuk melawan inflasi. “Kenapa jangka panjang? Karena saham juga bisa diwariskan,” ucapnya.