Kades Jatiroyo: Dampak TMMD Bisa Langsung Dirasakan Masyarakat

Penyerahaan kembali alat kerja sebagai simbol penutupan TMMD Sengkuyung Tahap 2 tahun 2019 di Desa Jatiroyo, Kecamatan Jatipura, Kamis (8/8/2019). (Foto: Pemkab Karanganyar)

Jatipuro – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) sengkuyung tahap 2 di Desa Jatiroyo, Kecamatan Jatipuro telah selesai dilaksanakan. Kegiatan tersebut dilaksanakan selama 30 hari, terhitung mulai dari tanggal 11 Juli – 8 Agustus 2019. Berakhirnya program TMMD ditandai dengan upacara penutupan di Lapangan Desa Jatiroyo yang dipimpin Komandan Kodim 0727/Karanganyar Letkol Inf Andi Amin Latama.

Dandim Letkol Inf Andi membacakan sambutan Kepala Staff TNI Angkatan Darat Jenderal Andika Perkasa, yang menyampaikan bahwa program TMMD yang dilaksanakan secara serentak di 50 Kabupaten/Kota merupakan wujud pengabdian TNI bersama kementerian dan lembaga, dalam rangka mempercepat pembangunan di daerha demi tercapainya kesejahteraan rakyat.

“Kegiatan TMMD ditujukan untuk mampu menjawab aspirasi dan kebutuhan masyarakat sehingga hasilnya dapat tepat sasaran. Kami menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Daerah, Masyarakat, serta semua pihak yang telah mendukung terselenggaranya TMMD,” terang Dandim, dilansir dari laman Pemkab Karanganyar.

Program ini pun mendapatkan pujian dari Kepala Desa Jatiroyo Nariyo. Menurutnya, dampak pembangunan yang dilakukan TNI bisa langsung dirasakan oleh masyarakat. Sasaran fisik berupa pengecoran jalan sepanjang 800 meter, pembuatan jamban keluarga empat unit, dan pembuatan sumur dalam dan bak penampungan sudah terealisasi dengan baik.

“Kemudian ada sasaran tambahan yang berupa pembangunan jembatan 10 meter dan lebar 4 meter, pembangunan gorong-gorong dan Rehab RTHL 10 unit. Selain itu, personel TMMD juga memberikan sosialisasi tentang program TMMD, sosiaslisi wawasan kebangsaaan, Kantibmas dan bahaya narkoba,” papar Nariyo.

Pada program ini juga mengadakan penyuluhan tentang sertifikat tanah, kependudukan dan akte kelahiran, pembinaan kesatuan bangsa, penyuluhan tentang Undang-undang pemerintahan desa, pelatihan kewirausahaan, serta penyuluhan bencana dan pupuk organik.

Menghadapi Tantangan Masa Depan

Program TMMD merupakan operasi bakti TNI yang dilaksanakan secara terpadu dan lintas sektoral bersama kementerian/lembaga non kementerian, pemerintah daerah, dan segenap komponen masyarakat sebagai upaya mendukung program pemerintah dalam percepatan pembangunan di daerah. Program ini merupakan kelanjutan dari program ABRI Masuk Desa (AMD) yang dimulai sejak 1980, dan dilaksanakan secara terpadu antara TNI, departemen/lembaga non departemen, dan masyarakat.

Tujuan kegiatan TMMD adalah meningkatkan kesejahteraan masyarakat; meningkatkan dan memantapkan kesadaran bermasyarakat, berbangsa, bernegara, bela negara, dan disiplin nasional. Titik berat program TMMD adalah di desa miskin, terisolir dan terpencil, serta daerah kumuh perkotaan.

Menurut Kapendam IV/Diponegoro Kolonel (Arh) Zaenudin, desa-desa yang terdampak program TMMD bukan hanya dibantu pembangunan secara fisik, tetapi juga penguatan melalui pembangunan non fisik seperti pemberian pencerahan tentang wawasan kebangsaan, penyuluhan tentang bahaya narkoba, pelayanan kesehatan, penyuluhan pertanian, pelatihan membatik, dan berbagai kegiatan lainnya.

Semua itu diberikan untuk mempersiapkan warganya dalam menghadapi tantangan dan tuntutan masa depan, sehingga bukan hanya mandiri di bidang pertanian, tapi juga bisa lebih kreatif untuk dapat meningkatkan pendapatan keluarga dan kesejahteraan masyarakat pada umumnya. Harapan inilah yang akan diwujudkan TNI dalam memenuhi harapan masyarakat desa pinggiran yang nantinya menjadi cikal bakal negara Indonesia yang berdaulat, adil, dan makmur.

“Karena bagaimana mungkin masyarakat Indonesia dapat memikirkan bangsa dan negaranya, kalau memikirkan hidupnya sendiri saja sudah berat. Demikian juga sebaliknya, bila masyarakat sudah sejahtera dengan sendirinya Indonesia akan menjadi negara yang berdaulat, adil, makmur, aman, dan sejahtera,” ujar Kolonel.