UKM Expo, Wadah Potensi Ekonomi Masyarakat Solo

Pameran produk-produk unggulan hasil karya warga di seluruh kelurahan di Kota Solo dalam acara UKM Expo 2019 di Mal Solo Paragon pada 12-15 Juni. (Foto: Dinas Koperasi UKM Surakarta)

Surakarta – Pemerintah Kota Surakarta melalui Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah (UKM) menggelar pameran produk-produk unggulan hasil karya warga di seluruh kelurahan di Kota Bengawan dalam acara UKM Expo 2019. Dalam acara yang berlangsung di Mal Solo Paragon pada 12-15 Juni ini pemkot ingin mengangkat potensi ekonomi masyarakat Solo.

Kepala Dinas Koperasi UKM Nur Haryani berharap, pameran ini bisa lebih mengenalkan produk-produk UKM di tingkat kelurahan, sehingga mampu memperluas pasar. “Sudah menjadi tugas pemerintah kota untuk mengangkat potensi ekonomi masyarakat,” tuturnya.

Ia menerangkan, acara ini memang sengaja diselenggarakan bertepatan dengan momen pasca lebaran. Sehingga diharapkan para pemudik yang masih berada di Solo bisa menikmati acara ini dan secara otomatis akan meningkatkan jumlah pengunjung.

Ketua panitia pameran Daryono mengakui bahwa setiap kelurahan di Kota Solo menyimpan banyak potensi ekonomi yang masih perlu diperkenalkan, seperti batik, kerajinan, kuliner, hingga potensi wisata. Ia berpendapat bahwa potensi unggulan tersebut tidak cukup hanya diperkenalkan, tetapi juga perlu untuk dikembangkan.

Sebanyak 53 UKM Ikut Serta

Daryono mengatakan, agenda ini sudah kelima kali diselenggarakan secara rutin sejak tahun 2015, sekaligus sebagai rangkaian acara dari peringatan hari ulang tahun ke-274 Kota Solo. Dibandingnkan dengan tahun lalu, peserta UKM Expo 2019 mengalami peningkatan. Ia menyebutkan, tahun ini ada sebanyak 53 pelaku UKM tingkat kelurahan yang mengikuti pameran.

“Tahun ini ada 45 stand produk unggulan yang difasilitasi pemkot, yang diikuti oleh 53 UKM tingkat kelurahan di Kota Solo yang ikut hadir dalam memeriahkan UKM Expo 2019 ini,” tutur Daryono.

Dari sejumlah stand tersebut, dipamerkan produk-produk unggulan hasil karya UKM dari berbagai kelurahan di Kota Solo, mulai dari busana, aneka kerajinan, hingga kuliner.

Salah satu peserta Imelda Kristiani mengaku hasil penjualannya cukup bagus lantaran ia aktif mengikuti kegiatan pameran ini. Tahun ini merupakan kali kedua ia mengikutsertakan usahanya dalam pameran UKM Expo.

“Pelanggan saya bertambah karena saya aktif ikut pameran ini, bukan hanya dari Solo tetapi juga dari Sukoharjo dan Klaten,” aku peserta dari Kelurahan Ketelan, Kecamatan Banjarsari ini.

Tak jauh stand Imelda, Gallery Harmony milik Andre dari Kelurahan Nusukan menjadi salah satu yang menarik perhatian pengunjung. Dengan berbahan dasar daun pandan, Andre berhasil menyulapnya menjadi perabot dekorasi rumah tangga seperti keranjang, kursi, karpet, dan masih banyak lagi. Usaha yang baru berjalan selama dua tahun ini ternyata sudah mengirimkan berbagai produknya ke luar negeri.

“Kami lebih ke home decor, melayani custom model dan warna dari bahan pandan laut. Pemasaran sudah sampai ke Belanda. Mulai dari keranjang, kursi, karpet, dan lainnya sudah kita kirim ke luar,” beber Andre.