Saling Beri Keuntungan, Pelaku UMKM Perlu Jalin Kemitraan dengan Toko Swalayan

Ketua Dekranasda Kabupaten Wonogiri Verawati Joko Sutopo memberikan arahan dalam acara Temu Usaha Kemitraan UMKM dengan Toko Swalayan di Ruang Girimanik, Kompleks Setda Wonogiri, Selasa (2/5/2019). (Foto: wonogirikab.go.id)

Wonogiri – Kepala dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpatu Satu Pintu (PMPTSP) Kabupaten Wonogiri Eko Subagyo mengimbau agar pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) dan toko swalayan saling menjalin kemitraan. Pelaku dari dua bentuk usaha tersebut bisa saling memberi manfaat dan keuntungan.

Untuk mendukung hal tersebut, pihaknya memberikan fasilitas berupa temu usaha kemitraan UMKM dengan toko swalayan untuk menjembatani keterhubungan antara usaha mikro dan kecil di bidang makanan olahan dengan pelaku usaha pasar modern dalam suatu kerja sama yang baik.

Berdasarkan data PMPTSP, sebanyak 75% jumlah usaha di Wonogiri didominasi oleh usaha mikro dan kecil, sebesar 24% merupakan usaha menengah, dan sisanya 1% merupakan usaha besar.

“Data ini menggambarkan bahwa usaha mikro dan kecil benar-benar menjadi penyangga perekonomian masyarakat, sehingga harus mendapatkan perhatian. Peran pasar modern sebagai pusat perbelanjaan juga tidak kalah penting,” terang Eko.

Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Verawati Joko Sutopo menjelaskan, hal terpenting bagi pelaku usaha dalam dunia bisnis ialah konsistensi. Dirinya menjelaskan, jangan sampai pedagang tidak konsisten dalam menjual produknya, karena mereka bisa kehilangan pembelinya.

Selain itu, menurutnya, penting untuk melakukan kerja sama antar-UMKM. Vera melihat selama ini UMKM selama ini cenderung bekerja sendiri-sendiri, sehingga akan kewalahan apabila ada permintaan dalam jumlah besar. Di era industri 4.0 sekarang ini pelau bisnis perlu membentuk keterbukaan antarkomunitas dan menjalin kerja sama untuk merespon perubahan.

“Pelaku bisnis harus disiplin, kreatif, berpikir terbuka, memahami kemampuan, dan no drama,” tegasnya.

Selanjutnya, ia menekankan bahwa simbiosis mutualisme antarusaha harus terus ditingkatkan, baik dari sisi kuantitas maupun kualitas. Setelah kemitraan terealisasi, pengusaha bisa menjalankan kemitraan dengan skema business to business, dengan prinsip saling memberi manfaat dan keuntungan.

“Jika toko swalayan telah menampung produk-produk UMKM lokal, maka UMKM perlu memelihara kualitas dan kontinuitas produk mereka,” imbuhnya.

Raperda Pendukung Kerja Sama

Imbauan kerja sama tersebut disusul dengan kemunculan aturan baru dalam Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang penataan dan pembinaan pusat perbelanjaan dan toko swalayan, yang mewajibkan semua toko modern atau swalayan di Kabupaten Wonogiri menerima produk-produk lokal.

Ketua DPRD Kabupaten Wonogiri Setyo Sukarno mengatakan, regulasi tersebut bertujuan sebagai upaya memberi ruang bagi para produsen dan UMKM dalam mengembangkan pasar dan usahanya. Salah satu poin Raperda mengatur agar pusat perbelanjaan dan toko swalayan menerima masuknya produk-produk lokal.

“Raperda itu akan mengatur bagaimana agar produk-produk lokal bisa masuk toko swalayan,” ujar Setyo.

Selain itu, Raperda akan mengatur proses perizinan toko swalayan yang disinkronisasi dengan perizinan berusaha terintegrasi secara elektronik atau online single submission (OSS) dari pemerintah pusat.

“Raperda juga mengatur jarak minimal antara toko swalayan dengan pasar tradisional, dan jarak antara toko swalayan satu dengan toko swalayan lainnya,” tambahnya.

Add Comment