Bupati Karanganyar Ajukan Permohonan Lahan Parkir Tawangmangu kepada Gubernur

Bupati Karanganyar Juliyatmono bersama Wakil Bupati Rober Cristanto bersilaturahmi di kediaman Gubernur Ganjar Pranowo di Tawangmangu, Karanganyar. (Foto: karanganyarkab.go.id)

Tawangmangu – Bupati Karanganyar Juliyatmono meminta “fitrah” berupa lahan parkir untuk wisata di Tawangmangu saat menghadiri gelaran open house Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo di kediamannya, Kelurahan Tawangmangu, Jumat (7/6/2019). Pasalnya, lahan parkir yang tersedia saat ini sangat terbatas, sehingga tidak cukup untuk menampung kendaaraan pengunjung, terutama setiap hari libur.

Bupati mengatakan, pertumbuhan kunjungan wisata alam di lereng Guunung Lawu sangat luar biasa. Sementara lahan parkir yang tersedia sangat minim, sehingga perlu dibuatkan lahan parkir yang lebih luas. Dirinya meminta Pemerintah Provinsi Jateng melepaskan aset pertanian di Jalan Lawu Tawangmangu untuk mendukung pengembangan pariwisata.

“Saya minta lahan parkir, Pak. Karena Tawangmangu sudah sangat luar biasa kunjungannya jika hari Sabtu dan Minggu. Perkembangannya sangat pesat. Mari kita bangun bersama wisata kebanggaan masyarakat Karanganyar,” tutur Bupati saat berdialog dengan Gubernur.

Juliyatmono berharap, permohonan itu bisa terealisasi pada pertengahan tahun mendatang atau saat pembahasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan. Dengan terealisasinya lahan parkir tersebut, maka akan sangat menunjang pertumbuhan pariwisata di Bumi Intanpari.

“Semoga perubahan nanti bisa terealisasi. Apakah dilepas atau kerja sama. Itu nanti akan menunjang pariwisata,” imbuh Juliyatmono.

Menumbuhkan Perekonomian Tawangmangu

Gubernur menyambut baik permohonan Bupati tersebut. Pihaknya akan merestui permintaan lahan parkir tersebut karena diaukuinya bahwa Tawangmangu memang membutuhkan lahan parkir untuk para wisatawan. “Tinggal didesain saja, tempat seperti apa, DED (baca: Detail Enginering Design) seperti apa. Jika lahan parkir itu terlaksana, maka akan menumbuhkan perekonomian di Tawangmangu,” ujarnya.

Ganjar juga mengakui bahwa perekonomian di Jawa Tengah tumbuh dengan baik dengan hadirnya jalan tol. Menurutnya, yang paling penting adalah masyarakat harus guyub rukun dan saling memberikan ketenteraman, maka pembangunan akan berjalan dengan baik.

“Pembangunan ekonomi seperti bukan bim salabim, akan tetapi melalui perencanaan lama dan panjang,” imbuh Ganjar.

Sementara itu, Camat Tawangmangu Rusdiyanto mengatakan, lahan pertanian yang dimaksud Bupati adalah lahan yang saat ini digunakan untuk budidaya benih bawang putih unggul di Jalan Lawu Tawangmangu, tepatnya di depan Gedung Dakwah I.R.H.M Sanusi yang memiliki luas lebih dari 2,8 hektare.

“Saat ini dikelola oleh pihak provinsi dan digunakan untuk pembibitan bawang putih. Lokasinya dekat dengan Grojogan Sewu. Kalau nanti bisa dikelola pemerintah kabupaten, barangkali bisa buat ojek kuda juga selain untuk parkir,” terang Rudiyanto.

Add Comment